fbpx
Suara Peternakan

Ketahui Teknis Penyediaan dan Pemberian Pakan untuk Walet

Suarapeternakan.com – Walet merupakan burung yang menyukai sarang berukuran kecil dan lunak. Penyediaan pakan tambahan diharapkan memancing kedatangan Walet ke gedung baru.

Para ahli berpendapat bahwa walet merupakan burung layang-layang dari suku Apodidae yang paling cepatĀ  bergerak dengan jalan membuka moncong sambil terbang dan memburu mangsanya yang berupa serangga dan laba-laba di udara.

Setiap hari walet dapat mengkonsumsi pakan sekitar 500 jenis serangga yang berukuran 0,2-2,5 mm. Pakan tersebut didapat dari areal persawahan, kebun, dan lahan-lahan yang ditumbuhi tanamana. Serangga-serangga yang menjadi makanan walet kebanyakan berupa karnivor dan pemakan tanaman, hama tanaman, vektor penyakit, serta predator berbagai disenangi walet, seperti lebah, kumbang, laron, nyamuk, lalat buah dan kutu gaplek.

Pada musim hujan, serangga berlimoah ruah, sedangkan pada musim kemarau jumlah serangga berkurang. Kondisi ini akan mempengaruhi pembuatan sarang walet. Oleh karenanya, pada musim kemarau perlu diberikan pakan tambahan.

Penyediaan pakan (extra fooding) bisa dilakukan dengan dua cara, yaitu persediaan pakan di dalam gedung dan di luar gedung.

Beberapa metode untuk menghasilkan serangga sebagai makanan tambahan antara lain dengan menumpuk gaplek disekitar tempat tinggal walet, menanam tanaman tumpang sari untuk memikat serangga, menumpuk buah-buahan busuk, dan membuat kolam dipekarangan rumah.

Ketersediaan makanan yang berlimpah di sekitar gedung maupun di dalam gedung akan membuat walet merasa nyaman dan betah untuk tetap tinggal dan berkembang biak, hal ini dikarenakan walet memiliki jam makan yang sangat unik dan tersusun rapih.

Penyediaan makanan di dalam gedung/rumah walet dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut:

* Tebarkan jerami di lantai rumah kemudian perciki jerami tersebut dengan air, setelah jeraminya membusuk maka hama pun akan keluar, hal ini dimaksudkan untuk memunculkan para hama sumber pakan walet.

* Tebarkan pecahan beras (menir) yang diperciki air. Setelah 4-5 bulan kutu-kutu dari pecahan beras tersebut akan mulai muncul.

* Menimbun bekatul, jagung, gabah, dan gaplek, jika memungkinkan tebar bahan-bahan tersebut seluas 1-2 m2.

Sedangkan, penyediaan makanan di luar gedung/rumah walet dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut:

* Menanam pohon penghasil serangga.
* Menumpuk buah-buah busuk di pekarangan rumah.
* Menimbun sampah organik, kotoran ternak, dan menumpuk jerami basah.
* Buatlah kolam yang tidak jauh dari rumah walet sekitar 1-2 m. Air kolam sebaiknya diambil dari sungai atau rawa-rawa karena mengandung jentik larva, keberadaan kolam di sekitar rooving area juga dapat memikat walet untuk memasuki gedung.

Kandungan zat pakan dibutuhkan walet antara lain protein 55-60%, energi 4.100 kkal, lemak 14%, kalsium 0,15-0,25% , fosfor 0,4-0,6% dan serat kasar 5-8%. Persentase kalsium yang berfungsi sebagai unsur pembentukan tulang lebih sedikit daripada fosfor menyebabkan kaki walet lemah sehingga hanya bisa menggantung.

(Visited 94 times, 1 visits today)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *