fbpx
Suara Peternakan

Setelah Impor Daging Ayam, Kini 50.000 Ton Daging Sapi dari Basil Bakal Masuk RI

Suarapeternakan.com – Pemerintah memutuskan impor daging sapi dari Brasil sebanyak 50 ribu ton.  Menteri Perdagangan (Mendag) telah mengeluarkan izin kepada tiga perusahaan BUMN ditunjuk untuk penugasan impor daging sapi yaitu PT Berdikari, Perum Bulog dan PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI). Para pengusaha menilai impor ini akan membuat harga daging sapi lokal terguncang.

Mendag Enggartiasto Lukita menyatakan keputusan ini dalam rapat koordinasi dengan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution.

Sudah ditetapkan impor 50 rb ton dengan pembagian yaitu, dari Brasil 30 ribu ton kepada Bulog, 10 ribu ton untuk Berdikari dan 10 ribu ton untuk PPI. Daging sapi adal Brasil rencana akan masuk pada September hingga akhir tahun 2019.

Direktur Utama Berdikari, Eko Taufik Wibowo menjelaskan, kuota impor daging sapi ditetapkan berdasarkan hasil rapat koordinasi terbatas di Kementrian Kooedinator Bidang Perekonomian.” Sama halnya dengan penugasan impor daging kerbau tahun lalu. Menilai impor daging sapi kemungkinan dilakukan sebagai upaya untuk meredam isu kekalahan Indonesia atas gugatan yang diajukan pemerintah Brasil ke organisasi WTO, karena telah membuka keran impor ayam,” ujarnya yg dikutip dari merdeka.com.

Saat ini sudah ada sudah ada goncangan terhadap harga daging sapi lokal karena masuknya daging kerbau India yang harganya Rp 70.000 per kg. Bila kedua negara tersebut menyasar pasar di wilayah timur Indonesia, dampak besar akan merugikan peternak lokal. Dibanding dengan harga daging sapi lokal adalah diatas Rp 100.000 per kg. Hal ini disampaikan oleh Teguh Boediyana, Ketua Umum Perhimpunan Peternak Sapi dan Kerbau Indonesia (PPSKI).

Sekretaris Jenderal Kementerian Perdagangan Oke Nurwan menyatakan, masalah sanitasi dalam impor daging dan produk segar diatur oleh Ditjen Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet) Kementerian Pertanian.

Seperti impor dari India yang sebelumnya telah dilakukan, pemerintah hanya akan mendatangkan daging sapi dari daerah yang dinyatakan bebas dari penyakit kuku dan mulut. Selain itu, perusahaan eksportir daging tersebut harus mengantongi sertifikat sanitasi yang diakui secara internasional.

Oke menyatakan, impor daging sapi dari Brasil diperlukan untuk menjaga keseimbangan pasar. Sebab, selama ini pasar daging impor Indonesia didominasi oleh Australia. Dengan adanya impor dari Brasil, pemerintah berharap harga daging sapi di Indonesia bisa lebih murah.  “Supaya pasar lebih sempurna lagi karena ada persaingan,” ujarnya dikutip dari katadata.com.


(Visited 25 times, 1 visits today)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *