fbpx
Suara Peternakan

PPAKN Sulsel Gelar Kontes Ayam Nusantara Non Judi

Suarapeternakan.com – Persatuan Penghobi Ayam Kontes Nusantara (PPAKN) Sulawesi Selatan menggelar kontes  ayam nusantara non judi, pada Minggu 4 Agustus 2019, di Daya Grand Square, Makassar. Kategori yang dipertandingkan yaitu kelas perorangan dan tim.

Sebanyak kurang lebih 1000 pehopi menghadiri kontes tersebut. Adapun ayam bangkok yang didaftakan oleh pemiliknya sebanyak 300 ekor lebih, namun yang behasil ikut bertanding adalah 110, jadi 220 ekor ayam saling tarung dari 200 pemilik ayam.

Juara masih tetap Galapagos Fighter Bulukumba meraih juara kelas titanium bintang lima untuk kedua kalinya. Ownernya adalah Muh Arti Kurniawan menempatkan ayam killernya diperebutkan kelas bintang lima dengan bertanding melawan KSM Kabupaten Maros.

Taufik selaku ketua  panitia mengatakan, dengan adanya kontes seperti ini kita mau mengikis sedikit demi sedikit dunia judi. Dalam dunia ayam bangkok ada dua kelompok yaitu  hobi  dan  beternak.

Ada yang suka karena kecantikan bulunya dan  kegagahannya. Jenisnya pun beragam, dari hasil persilangan mendapatkan daya tarung yang tangguh, sehingga menjadikan ayam bangkok sebagai ternak yang lumayan menggiurkan dalam berbisnis.

“Beternak dan hobi, seperti Alphard Farm owner Ryzhal Ariztha juga sebagai  ketua DPD PPAKN Sulsel, penjualannya bukan hanya di Indonesia timur, Namun menasional hingga penjuru Indonesia . Dengan adanya komunitas, berbagai merek pakan, obat-obatan herbal sudah bermunculan dengan berbagai merek.” Tambahnya.

Awal mula terbentuk komunitas di Makassar yaitu kapasa farm, alfart farm, dan taddisangka farm.  Dengan adanya kontes ini, komunitas atau farm pun mulai bermunculan, taraf hidup kalangan bawah bisa meningkat. Sebelum ada komunitas para pehobi ayam bangkok jalan sendiri. Inilah nilai plus dari kontes ini, mereka pun mulai dikenal.

Kontes ini tidak akan berjalan tanpa ada izin dari pemerintah setempat khususnya kepolisian.

“Kami tidak melakukan kontes tanpa ada dasar yang kuat. Selama 5 tahun PPAKN selenggarakan kontes yang dilakukan 5 kali dalam setahun. Sebab persiapan menggunakan waktu selama 2 bulan lebih dalam satu kontes,” ucap Taufik.

PPAKN berpusat di Jakarta namun kontes ayam bangkok kiblatnya di Sulawesi Selatan. PPAKN juga terdapat di Wajo, Bulukumba, Sinjai, Pinrang, Pare-pare, Gowa, Sinjai, Bone, Sidrap, Soppeng, Mare, Pinrang, dan Pangkep.

Kontes pertama yang hadir hanya pria dewasa, namun sekarang sudah menjadi pesta rakyat, terlihat para ibu dan anaknya ikut meramaikan kontes tersebut.

“Semoga adanya PPAKN ini kedepannya tidak lagi melihat sisi negatifnya dan dari perijinan dipermudah. Karena dunia ayam bangkok selain bisa dijadikan sebagai hobi, juga menjadi peluang bisnis yang sangat  menjanjikan,” harap Taufik.

(Visited 210 times, 1 visits today)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *