fbpx
Suara Peternakan

Ayam Cemani, Si Hitam Legam yang Melegenda

SuaraPeternakan.com – Ayam cemani, seluruh bagian bulunya yang hitam, namun bulu, paru, kulit, tulang, daging dan organ tubuh ayam cemani berwarna hitam. Itulah keunikan dari ayam cemani, yang biasanya dihargai puluhan juta rupiah dan banyak orang ingin mengoleksinya.

Ayam cemani merupakan jenis ayam fibromelanosis, asal Indonesia tepatnya di Desa Kedu, Kabupaten Temanggung Jawa Tengah, Magelang.

Dilansir dari berbagai sumber, berikut fakta unik dari ayam cemani;

Kenapa Warna Ayam Cemani Bisa Hitam Legam?

Warna hitam (Fibromelanosis) pada ayam cemani disebabkan oleh adanya gen dominan yang menyebabkan hiperpigmentasi. Hiperpigmentasi adalah kondisi kulit yang tampak hitam. Adapun pigmen yang berlebihan pada ayam ini adalah melanin yang memberikan warna gelap ditubuh hewan.

Telur Ayam Cemani

Ayam cemani memiliki kelebihan mampu bertelur sampai 40 butir. Perlu diketahui bahwa warnah telur ayam cemani sama dengan telur ayam pada umumnya.

Keunikannya, ketika telur ayam cemani disinari dengan senter, bagian dalam telur ayam ini terlihat hampir sama dengan telur ayam lainnya. Warna hitamnya baru akan muncul setelah embrio ayam ini muncul. Ini juga bisa menandakan bahwa telur ayam tersebut subur dan bisa menetas.

Warna telur yang putih muncul akibat proses mutasi fibromelanosis yang terjadi pada sel ayam tersebut yang tidak menular terhadap cangkang telur. Sebab cangkang telur terdiri dari kristal kalsium karbonat yang pada dasarnya sama dengan semua jenis ayam.

Kepercayaan Seputar Ayam Cemani

Di Asia, ayam dikenal memiliki kekuatan mistis yang kadang dikaitkan dengan kisah penyihir. Ayam cemani dipercaya membawa keberuntungan, ketenangan dan kemakmuran bagi pemiliknya. Harga ayam cemani yang menjulang tinggi.

Tingginya permintaan ayam Cemani tidak hanya di Indonesia tetapi juga di luar negeri. Hal ini dikarenakan masyarakat dunia sudah mengetahui khasiat mengkonsumsi ayam khas Indonesia tersebut. Salah satu restoran di Amerika menyediakan hidangan ayam cemani dengan harga Rp 35 juta per ekor.

Khasiat mengkonsumsi daging ayam tersebut sudah diteliti mampu mempercepat proses penyembuhan dari penyakit. Sehingga banyak yang menyalahartikan, karena khasiatnya yang terbukti bisa mempercepat masa penyembuhan, makanya dijadikan mitos untuk mistis.

Ayam cemani juga dikenal sangat mahal nilai jualnya. BI juga telah mengekspor telur ayam hitam tersebut ke sejumlah negara seperti Amerika, Philipina, dan Uni Emirat Arah. Harga per butir telur ayam cemani untuk ekspor dijual dengan harga Rp 250 ribu per butir, sedangkan harga lokal Rp 35 ribu.

selain untuk dikonsumsi, ayam cemani juga bisa dilatih menjadi penjaga rumah, dan diikutkan dalam kontes, seperti kontes ayam ekor panjang.

Ayam Cemani Semakin Langka

Tidak salah apabila harga ayam Cemani bisa mencapai puluhan juta perekornya, karena jenis ayam ini semakin hari semakin langka. Di Indonesia sendiri yang merupakan asal ayam ini, sudah sangat jarang ditemui peternak jenis ayam ini.

Hal ini tidak lepas dari anggapan banyak orang bahwa berternak jenis ayam ini bertentangan dengan ajaran agama, karena seperti yang kita ketahui ayam ini sering digunakan sebagai pelengkap dalam ritual kuno.

Jenis Ayam Cemani Yang Disebut Mempunyai Kekuatan Magis

Meskipun, kalau dilihat secara sekilas semuanya terlihat hampir sama, tapi ayam Cemani dibedakan menjadi beberapa jenis berdasarkan kekuatan magisnya yaitu Cemani Widitra, Warastratama dan Kaikayi.

Cemani Widitra mempunyai sapuan garis di leher, dada, paruh dan selangkangan, ayam jenis ini diyakini mempunyai kekuatan gendam asmara dan penolak bala (kekuatan jahat) dari makhluk halus.

Sedangkan Cemani Warastratama adalah ayam Cemani yang sering digunakan sebagai pelengkap upacara adat. Dan yang ketiga, Cemani Kaikayi memiliki ciri dengan bulu hitam dipadu biru laut, ayam jenis ini dipercaya bisa mengangkat santet.

Sudah Terkenal Sejak Jaman Kerajaaan Majapahit

Menurut kisah legenda masyarakat kota temanggung, ayam yang seluruh badannya hitam ini berasal dari Jawa Tengah dan sudah terkenal sekitar abad ke 15, dimana masa itu merupakan era keemasan Kerajaan Majapahit.

Seorang petapa yang bernama Ki Ageng Mangkuhan diklaim merupakan pemilik pertama ayam Cemani ini. Tapi, menurut kisah ayam ini dulunya mempunyai paruh berwarna putih dan pernah digunakan untuk mengobati seorang anak pejabat daerah tersebut.

Karena keberhasilannya mengobati anak pejabat tadi, akhirnya ayam tersebut dikembangbiakan dan dikawinkan dengan sesama ayam berwarna hitam lainnya. Tapi, anak ayam yang dihasilkannya malah berwarna hitam legam dan paruh yang berwarna hitam juga.

Akhirnya, ayam tersebut diberi nama Cemani yang berasal dari bahasa Sansekerta yang artinya hitam legam.

(Visited 151 times, 1 visits today)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *