fbpx
Suara Peternakan

Kandang Komunal, Solusi Beternak Sapi Ramah Lingkungan

SuaraPeternakan.com – Kandang komunal diperuntukkan untuk jenis ternak tertentu misalnya ternak sapi. Tidak seperti kandang sapi pada umumnya, yang didesain sedemikan rupa agar kotorannya mudah dibersihkan. Sehingga lantai kandang selalu tampak bersih. Sapi-sapi di dalam kandang itu dibiarkan hidup ‘di atas’ kotoran mereka sendiri. Seolah-olah hidup tanpa perawatan oleh peternaknya.

Tapi jangan salah, sapi-sapi itu memang sengaja dikondisikan hidup secara komunal dalam sebuah kandang, dengan tujuan agar sapi kawin secara alami. Begitu sapi-sapi tersebut birahi bisa langsung kawin, tanpa menunggu bantuan manusia.

Kotoran sapi dikandang komunal bisa langsung diaplikasikan untuk pupuk kandang, setelah 4 – 6 bulan. Proses fermentasinya terjadi karena kotorannya terinjak secara intens, dan teraduk secara alami. Dengan demikian kotoran tersebut menjadi liat, tidak mudah menempel di tubuh sapi, dan tidak bau.

Apabila kotoran sapi dibiarkan menumpuk, bakteri metanogen akan aktif memproduksi gas metan, akhirnya akan timbul bau. Tapi jika diaduk terus, bakterinya tidak terlalu aktif, sehingga tidak banyak menghasilkan gas metan.

Sapi-sapi pada kandang komunal relatif kelihatan bersih dan tidak bau. Selain itu dipengaruhi oleh jenis pkan yang dikonsumsi sapi. Perlu diketahui bahwa, jika pakan sapi mengandung protein yang terlalu tinggi, membuat kotoran sapi agak lembek dan bau.

Sebaiknya sapi yang dipelihara dengan menggunakan kandang komunal adalah sapi lokal. Sapi lokal lebih adaptif dengan lingkungan yang ada. Apalagi di daerah yang cenderung panas, sehingga menyebabkan kualitas pakan rendah. Sapi cukup diberi jerami kering dan pakan dengan kualitas rendah.

Tipe kandang komunal dibedakan menjadi 2 (dua), yaitu :

  1. Tail to tail

Kapling-kapling kandang berjajar 2 baris dan berada di bawah 1 atap dengan posisi ekor berhadapan dengan ekor, sehingga yang tampak dari luar kandang adalah kepala-kepala sapi sedangkan ekor berada di bagian dalam kandang.

  1. Head to head

Merupakan kebalikan dari tail to tail, yaitu kapling-kapling kandang berjajar 2 baris dan berada di bawah 1 atap dengan posisi kepala berhadapan dengan kepala, sehingga yang tampak dari luar kandang adalah ekor-ekor sapi sedangkan kepala berada di bagian dalam kandang.


Di antara 2 tipe kandang komunal tersebut, secara relatif head to head lebih mudah untuk memberikan pakan karena petugas tidak harus berputar mengelilingi kandang. Namun jika masing-masing kapling disewa oleh peternak yang berbeda tentunya tipe tail to tail juga tidak akan terlalu menyulitkan.

Kandang ternak (sapi) juga harus memenuhi persyaratan sebagai berikut :

Lantai tidak kedap air (impermeabel) dan kering, sehingga tidak terjadi rembesan kotoran ternak baik padat maupun cair ke tanah. Lantai kandang yang disarankan sesuai persyaratan kesehatan berupa lantai perkerasan (semen) sehingga tidak becek

Lantai kandang dibuat miring agar urine sapi dapat mengalir (di alirkan ke saluran yang disediakan, dan urine ini sebaiknya ditampung dalam bak/ kolam khusus agar tidak mencemari tanah – dalam diolah menjadi pestisida organik untuk pertanian)

Cukup cahaya matahari

Sirkulasi udara baik

Terdapat tempat pakan dan tempat pengumpulan kotoran yang terpisah

Ukuran ruang gerak sapi

(*)

(Visited 130 times, 1 visits today)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *