fbpx
Suara Peternakan

Mengenal Penyakit Sapi Gila atau Antraks

SuaraPeterakan.com – Penyakit antraks adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri bacillus anthracis. Penyakit ini dikenal sejak ratusan tahun silam yang masih terjadi secara alami baik pada hewan maupun manusia.

Antraks yang biasa juga disebut penyakit sapi gila yang bersifat zoonosis. Zoonosis adalah penyakit yang dapat ditularkan dari hewan ke manusia, namun tidak dapat ditularkan sesama manusia.

Penyakit anthrax sangat jarang terjadi. Penderita anthrax tertular dari kontak dengan binatang, wol, daging, atau kulit binatang yang terinfeksi. Orang-orang yang berisiko mengalami kondisi ini adalah petani, dokter hewan, dan pekerja laboratorium.

Bakterinya bertahan hidup dilingkungan yang berbentuk spora. Antraks berarti batu bara yang berasal dari bahasa Yunani. Sebab manusia yang terkena penyakit antraks, kulit akan berubah menjadi hitam seperti batu bara.

Antraks paling sering menyerang herbivora-herbivora liar dan yang telah dijinakkan. Dunia medis mengenal empat jenis penyakit antraks yaitu Antraks cutaneous atau antraks kulit, Antraks saluran pencernaan, Antraks paru-paru dan antraks meningitis.

Di Indonesia, antraks pertama kali ditemukan di Teluk Betung Propinsi Lampung pada tahun 1884. Pada tahun 1885 dilaporkan terjadi antraks di Buleleng (Bali), Rawas (Palembang) dan Lampung.

Pada tahun 1886 antraks dilaporkan terjadi di daerah Banten, Padang, Kalimantan Barat dan Kalimantan Timur. Departemen Pertanian menyebutkan bahwa daerah endemik antraks di Indonesia meliputi 11 provinsi yaitu Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sumatra Barat, Jambi, Sumatra Selatan, Lampung, Sulawesi Tenggara, dan Daerah Khusus Ibukota Jakarta.

Beberapa gejala-gejala antraks tipe pencernaan adalah mual, pusing, muntah, tidak nafsu makan, suhu badan meningkat, muntah berwarna coklat atau hitam, buang air besar berwarna hitam, sakit perut yang sangat hebat (melilit).

Sedangkan, gejala antraks tipe kulit ialah bisul merah kecil yang nyeri. Kemudian lesi tadi membesar, menjadi borok, pecah dan menjadi sebuah luka. Jaringan di sekitarnya membengkak, dan lesi gatal tetapi agak terasa sakit.

Antraks terjadi setelah mengomsumsi daging yang terkena antraks. Daging yang terkena antraks mempunyai ciri-ciri sebagai berikut: berwarna hitam, berlendir, dan berbau.

Secara umum, perawatan untuk penyakit antraks dapat dilakukan dengan pemberian antibiotik, biasanya penisilin, yang akan menghentikan pertumbuhan dan produksi toksin.

Pemberian antitoksin akan mencegah pengikatan toksin terhadap sel. Terapi tambahan, seperti sedation (pemberian obat penenang). Namun, pada level toksin sudah menyebar dalam pembuluh darah dan telah menempel pada jaringan maka toksin tidak dapat dinetralisasi dengan antibiotik apapun.

Walaupun dengan pemeberian antitoksin, antibiotik, atau terapi, pasien tentu mempunyai rasio kematian.

Foto: Istimewa

(Visited 97 times, 1 visits today)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *