fbpx
Suara Peternakan

Tenaga Ahli Australia Bakal Bantu Peternak Sapi di Sulsel

SuaraPeternakan.com – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan bekerjasama dengan Konjen Australia akan membantu peternak di Sulsel dalam mendapatkan mentoring dan bimbingan dari para tenaga ahli asal Australia. Guna mengantisipasi menurunnya kualitas disektor peternakan.

Para ahli dari Australia akan dikirim ke Sulsel dalam melakukan sejumlah kajian. Bermula dari pertemuan meja bundar, Pemprov dan kabupaten/kota juga akan mendapat arahan dari para ahli yang telah disipakan.

Konsulat Jenderal Australia, Richard Mathews menjelaskan, Sulsel memiliki beragam potensi yang luar biasa. Salah satunya di sektor peternakan. Hanya saja masih butuh banyak hal untuk pengembangannya,” ungkap Richard di kantor Gubernur Sulsel, Selasa (7/5/2019).

Australia memiliki keahlian yang mumpuni, misalnya memiliki usaha dalam pengembangan Inseminasi Buatan (IB). Sehingga melalui kerja sama yang dijajaki, Australia bersama Pemprov Sulsel akan mengembangkan sektor yang komersial dengan nilai keuntungan yang maksimal.

Selain di Sulsel, Australia telah banyak membantu dalam sektor peternakan di daerah Pulau Jawa, Bandar Lampung dan di Nusa Tenggara Timur (NTT). Program itulah yang rencananya akan ditawarkan ke Sulsel dalam mengembangkan sektor peternakannya.

Ricrad mengatakan, kita akan membawa teknologi, dan memberikan pelatihan. Termasuk melakukan pembimbingan dalam merawat hewan ternak.”kerja sama ini juga akan memberikan keuntungan bagi pihak Australi. Kedepan Sulsel bakal membuat permintaan impor keahlian atau membuat kemitraan dalam mengembangkan industri ternak secara komersial,” ujarnya.

Kerja sama ini nantinya akan melibatkan beberapa perusahaan swasta asal Australia yabg bergerak di bidang peternakan. Seluruh elemen kemudian dipertemukan pada pertemuan meja bundar yang akan digelar pada 15 Mei mendatang di rumah jabatan Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah.

Pertemuan tersebut adalah langkah awal dari penjajakan kerjasama yang dilakukan yang melibatkan seluruh stakeholder terkait termasuk para pelaku usaha.

Kepala Dinas Peternakan, Abdul Azis menjelaskan, Australia akan mengirim sekitar 20 orang delegasi ke Sulsel. Kita juga akan membahas masalah peternakan di Sulsel seperti apa. Di Sulsel angka kematian sapi pasca melahirkan terbilang tinggi.

Kematian sapi pasca melahirkan mencapai angka 5% dari kasus penyakit hewan ternak lainnya. Penykit antraks, meski sering dinyatakan bebas, namun permasalahan itu masih saja sering kali ditemui dalam kurun waktu sekali dalam setahun. “Titik temu permasalahan ini adalah perlunya antisipasi yang bersentuhan dengan persoalan kemanusiaan. Australia punya keahlian dalam menangani kasus itu,” sebut Azis.

Sumber daya manusia dalam peningkatan Inseminasi Buatan merupakan salah satu poin kerja sama antara Australia dan Sulsel. Baik dalam pemberian bimbingan kepada tenaga medik. Tenaga medik yang dimaksud adalah dokter hewan dan paramedis yang terlibat langsung di sektor peternakan. Nantinya akan menjadi poin penting yang akan dibahas pada pertemuan meja bundar mendatang.


(Visited 59 times, 1 visits today)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *