fbpx
Suara Peternakan

Potensi Pasar Itik Lokal di Indonesia

SuaraPeternakan.com – Umumnya di Indonesia itik dipelihara untuk memproduksi telurnya. Beternak itik di Indonesia sudah membudya. Kebanyakan tipe itik di Indonesia adalah itik tipe petelur. Komuditasnya pun sudah berabad-abad menjadi usaha tani di Indonesia.

Pemeliharaan yang dilakukan secara tradisonal sekitar 90%. Selain itu pemelihara juga dilakukan secara intensif dengan memelihara sekitar 200-300 ekor induk. Dengan kondisi demikian waktu itu, pemenuhan bibit atau DOD (itik umur sehari) terpenuhi oleh sistem pembibitan yang skala kecil dan tradisional dari mesin berkapasitas sekitar 500-700 butir.

Saat ini, minat masyarakat terhadap daging itik melonjak dengan cepat. Belum diketahui alasan pasti kenapa masyarakat berlomba-lomba memakan daging. Sementara untuk pasar telur mulai ada peningkatan tetapi relatif kecil dibandingkan permintaan pasar akan daging itik yang melonjak.

Dengan situasi itik, sistem pembibitan yang ada tidak siap dengan gejolak yang terjadi. Bahkan sebagai ahli pemuliaan, penulis sangat khawatir bahwa itik yang ada semuanya dipakai untuk memenuhi kebutuhan daging. Imbas berikutnya akan terjadi pengurasan sumber daya genetik atau erosi genetik terhadap plasma nutfah asli. Padahal, awalnya itik yang ada ditujukan untuk petelur dengan kondisi perbibitan yang terbatas.

Sebenarnya, pasar daging itik dari dulu sudah ada tetapi sangat terbatas dan dipenuhi oleh itik peking untuk kelas menengan keatas, sekarang pasar daging itik yang menegah kebawah ini bergejolak dan melonjak dengan tajam.

Mengantisipasi terjadinya gejolak dan lonjakan permintaan dengan daging itik, pembenahan pembibitan itik untuk memenuhi permintaan pasar mutlak dilakukan. Dengan pembibitan yang terarah dan benar 1 induk itik bias saja menghasilka 200 ekor DOD. Dengan adanya pembenahan sistem pembibitan ini kita bisa meredam pengurasan dengan tajam.

Balitnak ( Balai Penelitian Ternak ) mengembangkan galur komersial yang produksinya lebih bagus sehingga kalau peternak memelihara secara intensif masih untuk. Adapun bibit yang sudah dikembangkan yaitu hibrida petelur yang disebut itik master yang merupakan persilangan anatar itik mojosari jantan dengan itik alabio betina yang keturunannya merupakan (Final Stock ).

Untuk galur pedaging, Balitnak menyilangkan itik peking dengan itik mojosari putih yang keturunannya disebut itik PMp. Itik PMp itik berukuran sedang dan tidak sebesar peking guna memenuhi permintaan pasar dari masyarakat menengah kebawah. Itik PMp ini dalam waktu 10 minggu mampu mencapai ukuran sekitar 2-2.2 kg.

Sumber: peternakan.litbang.pertanian.go.id

(Visited 60 times, 1 visits today)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *