fbpx
Suara Peternakan

Sentra Pengembangan Peternakan Tiga Daerah di Sulsel

SuaraPeternakan.com – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan memetakan tiga kabupaten yang menjadi sentra pengembangan peternakan.

Kepala Dinas Peternakan Kesehatan Hewan, Ir. Abdul Azis MM mengatakan tiga kabupaten yang mewakili pengembangan sektor peternakan menurut klasifikasinya terdiri dari ternak besar, kecil dan unggas.

Ketiga kabupaten tersebut adalah Kabupaten Bone, Jeneponto dan Sidrap. Ketinya memiliki kontribusi dan memiliki program strategi dalam pengembangan peternakan di daerah masing-masing. Populasi ternak pun cukup tinggi setiap tahunnya.

Kabupaten Bone Unggul dengan Beternak Sapi.

Ternak sapi milik warga siap ikut kontes dan karnaval yang diadakan oleh Dinas Peternakan Kabupaten Bone di Terminal Petta Ponggawae

Foto: klipnews.com

Sapi merupakan hewan yang tergolong dalam ternak besar. Menurut Abdul Azis, Kabupaten Bone merupakan salah satu daerah dengan tingkat populasi ternak sapi terbanyak di Sulsel.

“Pertumbuhan populasi ternak sapi di Sulsel tiap tahunnya 6% naiknya. Untuk Sulawesi Selatan, populasi ternak terbanyak itu Bone. Bone itu punya 422 pertumbuhan dari 1,5 juta yang ada di Sulsel,” Ujarnya, saat menghadiri kontes sapi ternak yang diselenggarakan di Bone.

Abdul Azis menambahkan, Banyaknya peserta kontes yang hadir yaitu 318 ekor sapi. Sedangkan populasi ternak sapi di Sulsel mencapai 58.117 ekor.

Sulsel termasuk dalam urutan ketiga pertumbuhan ternak sapi skala nasional. Tertinggi pertama yakni Jawa Timur disusul Jawa Tengah. Adapun populasi terbesar terdapat di Jawa Timur dengan jumlah populasi 4,8 juta. Sedangkan urutan ke dua yaitu Jawa Tengah dengan populasi 1,8 juta.

Kabupaten Jeneponto Unggul dengan Populasi Ternak Kambing.

kambing etawa

Salah satu ternak yang banyak dibudidayakan oleh masyarakat di Kabupaten Jeneponto adalah ternak kambing yang merupakan salah satu ternak ruminansia kecil yang memiliki manfaat yang sangat tinggi bagi manusia, selain sebagai penghasil daging, kambing juga memiliki manfaat lain yaitu sebagai penghasil kulit, susu dan tinja sebagai bahan pupuk organik yang berkualitas tinggi.

Data 2018 memperlihatkan bahwa Kabupaten Jeneponto terdapat 3 kecamatan yang memiliki populasi ternak kambing terbesar yaitu Kecamatan Tamalatea (34.828 ekor), Kecamatan Bangkala Barat (23.274 ekor), dan Kecamatan Bontoramba (20.713 ekor).

Kabupaten Jeneponto mempunyai potensi dalam pengembangan usaha ternak kambing karena potensi wilayah dengan ketersediaan lahan dan pakan yang cukup luas yang dijabarkan dalam bentuk rencana induk dan rencana aksi. Oleh karena itu, berdasarkan RTRW maka Kabupaten Jeneponto ditetapkan sebagai sentra pengembangan usaha ternak kambing yang ditetapkan oleh Bupati dengan mempunyai kriteria yang terukur.

Kriteria pengembangan usaha ternak kambing yang ditetapkan oleh Bupati Kabupaten Jeneponto adalah dapat memberi kontribusi yang signifikan atau berpotensi tinggi terhadap produksi ternak kambing di Kabupaten Jeneponto, difasilitasi oleh APBD kabupaten dan didukung oleh APBN, serta didukung oleh APBD Provinsi Sulawesi Selatan (Rasyid, Rohani, Aminawar, 2018).

Kabupaten Sidrap dengan pengembangan ternak itik

Peternakan itik di Sidrap. Foto: tribunnews.com

Itik merupakan hewan yang tergolong dalam ternak unggas. Lokasi Pembibitan bebek di Kabupaten Sidenreng rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan, saat ini terus dikembangkan. Bahkan saat ini Sidrap menjadi pemasok bibit bebek di sejumlah kawasan di Indonesia.

Sidrap Sangat layak untuk pengembangan pembibitan itik ini, selain infrastruktur yang sudah memadai, para pendamping juga cukup jeli memberikan pendampingan.

Itik mempunyai potensi yang cukup besar sebagai penghasil telur dan daging. Daging dan telur itik menjadi pangan altenatif yang lebih terjangkau dibandingkan daging sapi dan ayam ayam kampung yang relatif mahal.

Penulis : Hardianti

(Visited 58 times, 1 visits today)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *