fbpx
Suara Peternakan

Untuk Mencegah Kerusakan Lingkungan, Sapi-sapi di Belanda Diajarkan Kencing di Toilet

SuaraPeternakan.com – Tak mudah membiasakan sapi ke toilet untuk buang air kecil, tapi hal itu tetap diupayakan seorang warga Belanda bernama Henk Hanskamp. Sapi diajarkan kencing di toilet, salah satu cara untuk mengatasai emsisi dari urin sapi yang dianggap bisa merusak lingkungan yakni amonia.

Hanskamp sudah menguji coba toilet sapi di sebuah peternakan di Belanda. Setiap hari dia bisa mengumpulkan antara 15 hingga 20 liter urine sapi. Volume urine itu sudah cukup menghasilkan amonia dalam jumlah besar.

“toilet sapi” yang diklaimnya bisa menghentikan polusi dari urin sapi dan menghindari kerusakan lingkungan. Toilet Sapi berupa sebuah kotak sederhana yang ditempatkan di belakang sapi. Setelah hewan ternak itu selesai makan, lengan robot akan menstimulasi saraf di dekat puting sapi yang memicunya untuk buang air kecil.

Percobaan dilakukan di sebuah peternakan di kota Doetinchem Belanda, di mana tujuh dari 58 sapi telah belajar untuk buang air kecil, tanpa perlu stimulasi. “Kami sedang menangani masalah sampai ke akarnya. Seekor sapi tidak akan pernah benar-benar bersih, tapi Anda bisa membiasakan mereka pergi ke toilet,” kata pria yang juga pengusaha di bidang pertanian itu, dikutip dari AFP, Senin (1/4/2019).

“Sapi sudah terbiasa. Mereka mengenali urinoir itu, mengangkat ekor dan kencing,” kata Hanskamp.

Dokter hewan yang mengikuti proyek ini, Jan Velema, mengatakan, keberadaan toilet tersebut membuat kandang lebih bersih dan tanah lebih kering. Tanah yang tingkat kelembabannya rendah, lanjut dia, lebih baik untuk kesehatan kuku sapi.

Belanda sudah memberlakukan aturan lebih ketat tentang emisi amonia, yang dapat menyebabkan polusi atmosfer dan membuat mata manusia iritasi.

Kandungan kimianya dapat menciptakan ganggang yang merusak lingkungan ketika bercampur dengan air. Proyek ini diharapkan dapat memangkas paling tidak setengah dari jumlah amonia yang dihasilkan oleh peternakan di Belanda dengan tidak kencing di tanah terbuka.

Urin dapat menghasilkan nitro oksida gas rumah kaca dalam jumlah besar setelah saat jatuh ke tanah, meresap ke tanah dan bercampur dengan pupuk kandang. Amonia dalam urin juga berkontribusi langsung terhadap polusi dan mendorong terciptanya ganggang yang berbahaya ketika memasuki sistem air.

Pemerintah Belanda memperkenalkan peraturan yang lebih ketat tentang emisi amonia dari sektor susu, yang merupakan komponen penting dalam perekonomian negara. Hanskamp berniat untuk terus mengembangkan toilet sapi dan siap dipasarkan pada tahun 2020.

Sumber: iNews.com, okezone.com

(Visited 47 times, 1 visits today)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *