fbpx
Suara Peternakan

Warga Budidayakan Madu Lebah Klanceng di Kulon Progo

SUARAPETERNAKAN.COM – Permintaan akan produksi madu alam kian meningkat di tengah maayarakat. Hal ini pun dijadikan sebagai peluang usaha yang banyak dimanfaatkan oleh masyarakat.

Banyaknya jenis madu yang dikembangkan oleh masyarakat, belum banyak yang membudidayakan madu dari jenis Lebah Klanceng atau Kelulut (Trigona bee). Pun begitu dengan wilayah Kulon Progo.

Hal itulah yang coba dilakukan oleh Kelik Suparno, warga Pedukuhan Gunung Kelir, Jatimulyo, Kecamatan Girimulyo. Sejak 2011 lalu, Kelik telah mencoba membudidayakan madu Lebah Klanceng. Hasilnya pun cukup memuaskan.

Dilansir dari kulonprogo.corot.co, Kelik Suparno mengatakan, “Sejak 2011, kami secara bertahap melakukan budidaya tawon klanceng. Awalnya, hanya satu rumah dengan beberapa kotak, sekarang sudah 15 rumah dengan jumlah lebih dari 1.000 kotak sarang tawon klanceng,” ungkapnya.

Budidaya Lebah Klanceng terbilang lebih mudah ketimbang ternak hewan lain atau lebah jenis lain. Pasalnya untuk membudidayakan Lebah Klanceng tidak membutuhkan perawatan yang rumit, terlebih serangga satu ini tak membutuhkan pakan yang harus selalu disediakan setiap waktu.

“Kalau kita ternak lebah ini tidak perlu cari pakan atau beli pakan, karena lebahnya yang cari pakan sendiri. Hanya saja kita harus teliti dan selalu mengontrol perkembangannya, terutama dari serangan predator seperti semut, capung, cicak dan sriti,” sambung Kelik.

Untuk memulai budidaya Lebah Klanceng, Kelik hanya memulai dengan menanam sejumlah tanaman bunga di sekitar kandang Lebah Klanceng. Keberadaan tanaman bunga, kata dia, berpeengaruh terhadap produksi madu dari koloni Lebah Klanceng tersebut.

Saat itu, Kelik mengungkapkan bahwa produksi madu Klanceng memang belum banyak. Setiap tiga kotak rumah klanceng hanya menghasilkan madu satu botol dengan ukuran 110 mililiter. Ketika saat musim buah tiba, satu kotak bisa menghasilkan satu botol ukuran 110 mililiter.

“Harga satu botol madu Klanceng ukuran 110 ml sebesar Rp 85 ribu. Permintaan madu klanceng masih masyarakat di sekitar Kecamatan Girimulyo. Kami belum mempromosikan besar-besar karena produksinya masih sangat terbatas,” katanya.

Sumber: kulonprogo.corot.co

(Visited 95 times, 1 visits today)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *