fbpx
Suara Peternakan

Burung Kicau Bisa Bantu Atasi Gangguan Bicara Manusia

SUARAPETERNAKAN.COM – Burung-burung kicau bisa membantu ilmuwan mempelajari asal gangguan bicara yang disebabkan autism, stroke dan penyakit Parkinson.

Ilmuan tersebut yang berasal dari Universitas Rockefeller New York menemukan bahwa otak burung kicau menggunakan proses serupa dengan manusia ketika belajar membunyikan suara.

Dilansir dari voaindonesia.com, Profesor Neurobiologi Universitas Rockefeller, Erich Jarvis, mengatakan, “Kami tidak hanya mampu mempelajari mekanisme pembelajaran vokal pada burung-burung kicau, tapi juga menerapkan temuan itu pada manusia. Alasannya adalah karena kami mendapati bahwa burung kicau dan manusia memiliki apa yang kami sebut sebagai jalur otak konvergen dalam gen-gen yang hanya ada dalam tubuh mereka, dan tidak ada dalam hewan lain seperti ayam.”

Seperti halnya manusia, burung belajar berkicau dengan cara meniru.

Otak kecil dari burung pipit zebra mungkin bisa membantu para ilmuwan menjawab pertanyaan mengenai bagaimana manusia belajar membunyikan kata-kata untuk berbicara.

Dengan menggunakan metode mengisolasi sel-sel dari bagian jaringan dan sel mikroskopik untuk mencermati otak burung kicau. Gambar-gambar itu membantu mereka memahami bagaimana sinyal-sinyal dari otak burung mirip dengan proses yang digunakan manusia ketika belajar berbicara.

“Kami bisa menciptakan kondisi mirip Parkinson yang menyebabkan gagap pada burung kicau dan kemudian kami mencari tahu cara memperbaiki kondisi itu. Kemudian kami bisa berupaya menciptakan kondisi itu dalam otak mirip manusia dan mencari tahu apakah kami bisa memperbaiki sirkuitnya,” lanjut Jarvis.

“Kami juga berupaya mencari cara untuk merekayasa sirkuit otak dalam spesies, yang tidak punya kemampuan itu, untuk mempelajari apakah kita bisa mengondisikannya. Dan apabila berhasil, kami bisa berupaya menerapkannya pada manusia,” imbuhnya.

Jarvis mengatakan akan perlu waktu bertahun-tahun sebelum temuan itu bisa digunakan untuk merawat manusia yang mengalami kesulitan berbicara.

“Saya memiliki hipotesa dalam sepuluh tahun mengenai bagaimana merekayasa sirkuit otak dan memprediksi gen jenis apa yang khusus dalam otak manusia dan burung kicau. Kami perlu waktu lima sampai tujuh tahun untuk mengidentifikasi gen-gen itu, dan kini sepertinya akan perlu lima sampai tujuh tahun lagi untuk mencari tahu bagaimana cara memanipulasinya,” kata Jarvis

Sumber: voaindonesia.com

(Visited 32 times, 1 visits today)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *