fbpx
Suara Peternakan

Sekolah Burung Kicauan di Boyolali

SUARAPETERANAKAN.COM – Puluhan burung yang kini sedang ‘bersekolah’ di Boyolali Bird Mastering.

Ketika melewati perumahan di Dukuh Balangan, terdengar kicauan burung yang saling bersautan dari sebuah rumah.

Boyolali Bird Mastering terdapat di Desa Randusari, Kecamatan Teras, Boyolali. Burung tersebut bukan peliharaan milik satu orang saja. Boyolali Bird Mastering tersebut milik Beni Sunarto.

Tidak semua jenis burung yang menjadi murid di sekolah ini. Tetapi hanya khusus burung murai batu saja.

“Ada 60 ekor burung,” kata Beni dilansir dari detik.com

Sejumlah orang tampak sibuk merawat burung-burung tersebut. Ada yang menjemur, kemudian memberi makan, memandikan dan ada yang membersihkan kandangnya.

“Saya dibantu empat perawat untuk merawat burung-burung ini,” ujar Beni.

Sekolah ini bertujuan untuk melatih burung tersebut mulai dari melatih pola makan, mandi dan pengisian master atau pengisian kicauan. Burung Murai yang disekolahkan di tempat ini, mulai umur dua bulan.

Burung tersebut dinyatakan lulus dan akan dikembalikan ke pemiliknya ketika sudah berumur 7 hingga 8 bulan.

“Saya memilih yang sudah berumur 2 bulan karena sudah bisa makan sendiri. Ketahanan tubuhnya juga sudah bagus, tubuhnya sudah kenceng,” terang dia.

Pertama kali masuk ke sekolahnya, burung yang berumur 2 bulan tersebut dilatih tentang pola makan yang disesuaikan dengan kondisi suhu di Boyolali. Selain itu burung-burung itu juga diajari mandi.

Untuk masteran atau pengisian kicauan, Beni memiliki sekitar 25 ekor burung berbagai jenis. Pihaknya menerapkan metode beberapa masteran sekaligus masuk.

“Sekali masuk ke ruangan trotol itu bisa 10 jenis masteran. Soalnya karakter burung kan berbeda-beda. Ada yang bisa membawakan kenari enak, tajam, pukulan pakai kenari enak. Tetapi belum tentu bawain jenggotnya enak. Makanya sekali master kita memakai beberaja jenis burung,” paparnya.

Lalu berapa biaya menyekolahkan burung di tempat ini? Beni menyebutkan, biayanya Rp 400.000 per bulan per ekor. Biaya tersebut sudah termasuk untuk pakan setiap hari dan perawatannya.

“Mulai dari umur 2 bulan sampai dewasa tetap sama, Rp 400 ribu. Kita yang merawat, pakan semua juga dari kita. Jadi pengeluarannya juga banyak,” imbuh dia.

Setelah berumur 7 hingga 8 bulan, burung tersebut dinyatakan lulus dan akan dikembalikan kepada pemiliknya.

Banyak, rata-rata luar kotanan. Dari Surabaya, Gresik, Jawa Timur banyak. Kemudian Pati, Kudus, Jepara, Semarang, Jakarta, Tangerang, Bekasi, Pekalongan,” kata Beni.

Awalnya, Beni menceritakan, dia memiki sejumlah burung kicauan termasuk murai batu. Dia juga memelihara sejumlah burung lain untuk dijadikan master burung murainya.

“Awalnya hanya masteri sendiri, nyiapi masteran sendiri, punya bahan tak pakai sendiri. Ikut lomba,” jelasnya.

Kemudian, sekitar tahun 2014 mulai diminta untuk merawat dan mengisi kicauan burung murai batu milik teman-teman dekatnya. Hasilnya pun ternyata disenangi oleh pemilik burung tersebut. Lama kelamaan, yang titip semakin banyak dan dari berbagai daerah luar kota.

Sumber: detik.com

(Visited 39 times, 1 visits today)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *