fbpx
Suara Peternakan

Kerbau Rawa Amuntai, Destinasi Wisata Menarik Dikunjungi

SUARAPETERNAKAN.COM – Danau Panggang merupakan lokasi habitat Kerbau Rawa terbesar di tanah air. Area ini sebenarnya bukan sebuah danau berair dalam tapi lebih tepat disebut rawa-rawa, meski pun sangat luas.

Di tengah rawa itu berdiri rumah-rumah panggung dari kayu, tiap rumah dihubungkan oleh jembatan-jembatan yang terbuat dari kayu pula. Jembatan itu bisa dilalui oleh kendaraan roda dua.

Sekilas tentang danau panggang, adalah sebuah kota yang membentang dengan rawa-rawa yang luas dengan keindahan alami yang belum tersentuh kuat dengan mordenisasi kota. Danau Panggang sendiri merupakan kecamatan yang memiliki luas wilayah terbesar yang mencapai 25,16 % dari total luas wilayah di Kabupaten Hulu Sungai Utara.

Salah Satu Destinasi Wisata yang menarik di Amuntai Borneo adalah Kerbau Rawa, yang membuat menarik Kerbau Rawa karena terbatasnya lahan di Kalimantan dan terdesaknya luas tanah dengan tanaman kelapa sawit yang kian merajalela.

Sehingga untuk berternak kerbau masyarakat tidak mempunyai lahan lagi, ketika terbatasnya lahan masyarakat memanfaatkan rawa atau danau yang digunakan untuk beternak kerbau. Dari sinilah istilah kerbau rawa, populasi kerbau rawa di Kalimantan saat ini sudah semakin jarang. Dan yang masih banyak hanya di daerah Amuntai.

Sebagian besar rawa dan menyulitkan masyarakat untuk memelihara kerbau, sehingga rawa disekitarnya dimanfaatkan masyarakat Amuntai dan justru kerbau rawa ini menjadi objek wisata menarik untuk wisatawan.

Yang membuat menarik kerbau rawa karena terbatasnya lahan di Kalimantan dan terdesaknya luas tanah dengan tanaman kelapa sawit yang kian merajalela. Sehingga untuk berternak kerbau masyarakat tidak mempunyai lahan lagi.

Ketika terbatasnya lahan masyarakat memanfaatkan rawa atau danau yang digunakan untuk beternak kerbau.

Jika dari Banjarmasin atau Bandara Syamsudin Noor, perjalanan ke kota Amuntai memakan waktu sekitar 4-5 jam, jalan yang dilalui lumayan nyaman dan lancar apabila di hari biasa. Dilanjutkan dari Amuntai menuju Danau Panggang sekitar 2 jam. Jalan menuju Danau Panggang tergolong sempit dan sebagian besar pinggir jalan adalah rawa.

Setiap rumah dihubungkan dengan jembatan kecil terbuat dari kayu yang tersusun rapi, ini memudahkan untuk akses jalan. Terdapat dataran kering diantara rawa, oleh masyarakat sekitar biasanya digunakan untuk kandang kerbau.

Kerbau Rawa Amuntai memiliki sedikit perbedaan dengan kerbau darat, yaitu pada tanduk dan warna kulit. Kerbau Rawa memiliki tanduk yang lebih panjang dan berwarna abu-abu agak cokelat. Ini akibat seringnya kerbau tersebut berendam di air rawa yang berlumpur.

Datanglah pada waktu pagi hari karena pada saat pagi kerbau kerbau ini keluar dari kandang dan sore hari jika memungkinkan. Karena sore hari adalah saat di mana kerbau masuk ke kandang sehingga kita bisa melihatnya lebih leluasa dan pemandangan sore hari saat di rawa sangat indah.

Sumber: Kompas.com/Kaskus.com/kompasiana.com

(Visited 37 times, 1 visits today)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *