fbpx
Suara Peternakan

Bisnis Ternak Kambing Memberikan Keuntungan yang Besar

SUARAPETERNAKAN.COM – Memulai bisnis di bidang peternakan adalah salah satu cara yang tepat untuk mendapatkan banyak keuntungan.

Peternakan kambing adalah salah satu lahan produksi yang dibutuhkan pasar kuliner untuk menyuplai bahan makanan olahannya.

Bidang peternakan banyak digemari sebagai ladang bisnis karena permintaan dari pasar dan industri kuliner saat ini sedang meningkat.

Keuntungan Beternak Kambing

Kambing adalah salah satu hewan ternak yang menguntungkan. Dagingnya banyak digemari oleh berbagai kalangan, bahkan dari tingkat lokal hingga internasional.

Hewan ini juga sangat disarankan untuk dikonsumsi dalam ajaran Islam sehingga pada saat hari besar Islam di tiap tahunnya membuat harga kambing meningkat, yakni sekitar Rp2.500.000 per ekor kambing dewasa.

Sedangkan hari biasa bisa dijual dengan harga sekitar Rp1.500.000 per satu ekor kambing dewasa. Beternak kambing juga dikenal sebagai pekerjaan yang dianjurkan dalam Islam, khususnya untuk melatih kesabaran.

Karena setiap usaha harus dijalani dengan serius, tekun, dan sabar untuk memperoleh hasil yang maksimal.

Banyak pemula yang enggan beternak kambing karena mereka jarang mengetahui banyaknya keuntungan yang diperoleh dari beternak kambing.

Pebisnis atau peternak kambing yang sudah berpengalaman dan sukses tentu tidak akan berhenti untuk memproduksi kambing-kambing unggul dan berkualitas di peternakannya.

Jika Anda telah menyiapkan niat dan keseriusan untuk memulai usaha ternak kambing dengan berbagai pertimbangan, sudah waktunya Anda memulai usaha beternak kambing.

Tetapi, sebelum itu ketahui terlebih dulu berbagai manfaat dan keuntungan yang bisa diperoleh dari hasil beternak kambing.

Kambing Penuh Dengan Gizi dan Nutrisi

Banyak masyarakat masa kini atau para pecinta kuliner yang sudah bisa memperhatikan dengan baik berbagai kandungan nutrisi dalam sebuah makanan, khususnya daging kambing.

Daging kambing mengandung protein, lemak dan kalori yang tinggi serta baik bagi kesehatan asalkan dengan kadar tertentu, dan tidak terlalu berlebihan. Selain dagingnya, kambing juga diambil manfaat pada susunya.

Susu kambing memiliki kandungan gizi yang sangat tinggi dan hampir setara dengan kandungan air susu ibu (ASI) yang baik bagi bayi, khususnya yang alergi pada susu sapi.

Kandungan gizi susu kambing terdiri dari air, energi, protein, lemak dan kalsium sangat tinggi, serta magnesium, vitamin A dan vitamin B12 yang lebih tinggi daripada susu sapi, dan hampir setara dengan ASI.

Susu kambing saat ini mulai populer di pasaran karena kandungannya dapat digunakan untuk mengobati berbagai penyakit dan sebagai produk perawatan kecantikan.

Untuk bisa memproduksi susu kambing, biasanya peternak memilih kambing jenis Etawa.

Waktu Panen yang Cepat

Kambing merupakan hewan yang cepat dipanen namun tetap perhatikan cara perawatan dan pemeliharaan dengan baik.

Jika kambing diternak di pedesaan, tentu merawatnya cukup mudah karena bisa dilakukan dengan cara digembalakan untuk dilepaskan di lahan kosong yang banyak rumput liar atau semak yang bisa dijadikan makanannya.

Tidak membutuhkan waktu lama bagi kambing untuk berkembang biak. Dari 5 ekor kambing dengan 2 pejantan dan 3 betina, dalam waktu satu tahun bisa berkembang biak hingga berjumlah 25 ekor.

Sedangkan 1 tahun adalah waktu yang cukup untuk usia panen bagi kambing. Keuntungan ternak kambing juga dihitung tiap panen per tahunnya.

Ternak Kambing sebagai Komoditas Industri Kuliner

Dari dulu hingga saat ini, kambing masih sangat populer di berbagai kalangan, apalagi salah satu agama terbesar di Indonesia menganjurkan mengkonsumsi daging kambing secara rutin dalam waktu tertentu.

Hal itu tentu menjadikan daging kambing sebagai bahan yang tetap stabil dan dari waktu ke waktu permintaannya tidak pernah menurun.

Berbagai restoran maupun warung-warung kecil yang menyediakan daging kambing sebagai menu masakannya akan selalu ramai dikunjungi oleh pelanggan.

Rasa daging kambing memiliki rasa yang khas jika diolah dengan benar dan tidak akan membuat bosan untuk mencicipi cita rasanya.

Daging kambing muda dengan berbagai olahan juga banyak diminati penikmat kuliner karena dagingnya yang lembut, empuk, dan sangat lezat sehingga membuat pecinta kuliner tidak bosan memilih daging kambing muda sebagai santapan sehatnya.

Namun sebelum mengkonsumsi daging kambing, disarankan untuk mengkonsumsi buah terlebih dahulu untuk menjaga keseimbangan kolesterol dalam tubuh.

Karena kambing memiliki kandungan kolesterol dan lemak cukup tinggi. Permintaan pasar terhadap daging kambing sesuai dengan kebutuhan kuliner dan suplai daging yang mengandung protein penting bagi tubuh terus meningkat.

Tidak hanya daging, permintaan pasar untuk produk susu kambing dan berbagai produk olahan susu kambing juga semakin meningkat.

Hal itu terbukti dengan semakin tingginya produksi ternak kambing di Indonesia. Bahkan baru-baru ini Indonesia menjadi negara pengekspor domba atau kambing gibas ke Malaysia.

Pemilihan Jenis Kambing

Jumlah kambing gibas atau domba potong yang diekspor ke Malaysia sebanyak 2.100 ekor, yakni setara dengan jumlah Rp3,78 miliar.

Ekspor tersebut dilakukan karena produksi daging kambing meningkat dan mencapai 124.842 ton di tahun 2017, sedangkan kebutuhan konsumen nasional hanya sekitar 13.572 ton tahun lalu. Sangat fantastis bukan?

Masih ragu memulai bisnis ternak kambing? Anda bisa memilih berbagai jenis kambing sebelum mengawali rencana usaha ternak kambing Anda.

Berikut beberapa jenis kambing populer di Indonesia yang bisa diternak dan menghasilkan banyak keuntungan.

Kambing Etawa (Jamnapari)

Kambing Jamnapari atau kambing Etawa memiliki ciri-ciri fisik antara lain badannya besar.

Tinggi kambing jantan bisa mencapai 90 cm hingga 127 cm, sedangkan kambing betina mencapai 92 cm. Bobotnya bisa mencapai 91 kg untuk yang jantan, sedangkan betina 63 kg.

Dahi dan hidung kambing Etawa terlihat cembung, telinganya panjang dan terkulai ke bawah, dan juga tanduknya pendek.

Kambing Etawa memang sangat terkenal dengan produk susunya, karena kambing ini bisa menghasilkan susu hingga 3 liter per hari.

Tetapi selain susu, kambing ini juga bisa dimanfaatkan dagingnya seperti jenis kambing lainnya.

Kambing Peranakan Etawa

Beternak kambing peranakan Etawa lebih cocok di Indonesia karena kemampuannya yang mudah beradaptasi dengan baik.

Jenis ini lebih lincah dan bisa bertahan hidup dengan baik di Indonesia sehingga disebut sebagai kambing lokal. Kambing jenis peranakan Etawa merupakan hasil persilangan kambing Kacang lokal dengan kambing Etawa.

Ciri-ciri kambing peranakan Etawa ini adalah bulunya yang belang karena hasil percampuran warna bulu Etawa dan Kacang.

Sementara badannya besar seperti kambing Etawa dengan bobot mencapai 91 kg untuk kambing jantan, sedangkan betina bisa 63 kg. Bentuk dahi, hidung dan tanduk sama persis dengan kambing Etawa.

Kambing Gibas

Kambing Gibas biasa disebut domba yang memiliki ciri-ciri fisik bentuk tubuh yang bulat dan berbulu tebal di punggungnya.

Kambing jenis ini lebih banyak dibudidayakan oleh peternak kambing dan produksinya cukup banyak hingga diekspor, seperti yang telah disebutkan sebelumnya.

Cara perawatan kambing ini juga cukup mudah seperti kambing dengan jenis yang lainnya.

Sumber:https://www.finansialku.com/ternak-kambing/

(Visited 66 times, 1 visits today)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *