fbpx
Suara Peternakan

Daging Putih Mempunyai Kadar Protein Lebih Tinggi Dibandingkan dengan Daging Merah

SUARAPETERNAKAN.COM – Semua jenis daging konsumsi sangat baik untuk tubuh asal tidak berlebihan. Akan lebih baik lagi jika diimbangi dengan makanan lain agar tubuh kita lebih banyak menyerap asupan vitamin dan mineral.

Berdasarkan warnanya, daging dikelompokkan menjadi daging merah dan daging putih. Kelompok daging merah adalah daging yang berasal dari ternak besar, seperti sapi, kerbau, domba, kambing, kuda, dan babi.

Adapun yang masuk kelompok daging putih adalah daging yang berasal dari unggas, semisal ayam, burung, kalkun, ayam hutan, ikan-ikanan, dan hasil laut, semisal udang-udangan (lobster, udang, kepiting) serta kerang-kerangan.

Selain itu, kelompok reptil, semisal buaya, biawak, ular, dan bulus, serta amfibi, seperti kodok atau katak, juga termasuk kelompok daging putih.

Pengelompokan daging merah dan daging putih ini dilakukan sebab tampilan dagingnya memang berwarna merah untuk daging yang merah, sedangkan daging putih berwarna putih.

Daging merah dan daging putih memiliki sumber prtein yang baik untuk tubuh. Perbedaan daging merah dan daging putih terdapat pada kadar protein bernama mioglobin yang terdapat pada otot dalam daging.

Mioglobin mempunyai fungsi yang sama dengan hemoglobin yaitu untuk mengikat oksigen, menyimpan oksigen dalam sel. Oksigen yang terkandung dalam jaringan otot tersebut berguna sebagai sumber energi untuk beraktivitas.

Secara rata-rata, daging sapi mengandung lebih banyak mioglobin dalam jaringannya, yakni sekitar 8 miligram per gram daging daripada jenis daging lain. Kambing (domba) rata-rata 6 miligram dan babi hanya 2 miligram. Adapun unggas mengandung 1-3 miligram mioglobin.

Daging merah memiliki warna lebih merah, sebab mioglobin lebih banyak dibanding daging putih. Sedangkan daging putih mempunyai kadar protein lebih tinggi dibandingkan dengan daging merah. Daging merah memiliki kadar lemak jenuh dan kolesterol yang lebih tinggi dibandingkan dengan daging putih.

Daging putih memang rendah lemak kolesterol, namun daging merah kaya protein, mineral zat besi dan seng. Daripada hanya mengandalkan ayam, lebih baik untuk makan kombinasi sumber protein.

Sertakan beberapa daging merah dan ikan, tetapi juga perlu diingat protein non-daging. Variasikan makanan Anda dengan juga termasuk telur, kacang-kacangan, kacang-kacangan, susu dan makanan kedelai.

Untuk mendapatkan daging yang baik, tentu kualitasnya harus diperhatikan saat membeli. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, yaitu warna, keempukan dan tekstur, rasa dan aroma termasuk bau atau rasa, retensi cairan, serta pH daging.

Sementara itu, untuk mengukur mutunya, hal itu dapat diketahui dari keempukannya yang dapat dibuktikan dengan sifatnya yang mudah dikunyah. Khusus untuk daging ayam, ada beberapa ciri yang harus diperhatikan, yaitu daging memiliki warna putih keabuan dan cerah.

Warna kulit ayam biasanya putih kekuning-kuningan dan bersih. Jika disentuh, daging terasa lembab dan tidak lengket. Daging ayam juga halus, mudah dikunyah dan digiling, mudah dicerna, serta memiliki rasa lembut.

Aroma daging ayam tidak menyengat, tidak berbau amis, dan tidak busuk. Adapun untuk daging sapi, ciri-ciri yang baik adalah berwarna merah terang atau cerah, mengilap, tidak pucat, dan tidak kotor. Secara fisik daging elastis, sedikit kaku, dan tidak lembek.

Jika dipegang, maka daging masih terasa basah dan tidak lengket di tangan dan memiliki aroma daging sapi yang sangat khas (gurih).

Sumber: kompas.com/merdeka.com/suarapeternakan.com

(Visited 75 times, 1 visits today)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *