fbpx
Suara Peternakan

Target 2050, Para Ahli Desak Eropa Kurangi Separuh Konsumsi Daging

SUARAPETERNAKAN.COM – Laporan ilmiah terbaru menyebut bahwa sektor peternakan di Eropa telah melampaui batas aman untuk emisi gas rumah kaca, aliran nutrisi dan hilangnya keanekaragaman hayati, sehingga sangat mendesak untuk segera diturunkan konsumsi daging demi kelestarian yang berkelanjutan.

Untuk mengatasi risiko masalah terkait pertumbuhan populasi dan pendapatan global. Profesor Allan Buckwell Rekan penulis makalah ini, mendukung seruan Greenpeace untuk mengurangi separuh jumlah konsumsi daging dan produksi susu pada tahun 2050.

Dikutip dari liputan6.com pada Minggu (24/2/2019), cakupan anjuran pada laporan tersebut secara jelas ​​ditujukan pada pusat kebijakan Uni Eropa. Hal ini dikarenakan Benua Biru merupakan konsumen produk hewani terbesar di dunia, yang hanya berselisih sedikit dengan Amerika Utara.

Mantan komisaris lingkungan Uni Eropa Janez Potocnik mengatakan: “Melindungi status quo ‘memberikan kerugian bagi sektor ini.”

Studi yang menyerukan agar komisi Eropa segera membuat penyelidikan formal, lalu mengusulkan langkah-langkah termasuk pajak dan subsidi, untuk mencegah produk-produk peternakan yang berbahaya bagi kesehatan, iklim atau lingkungan.

Ternak merupakan hal terbesar di dunia, memiliki jejak tanah dan terus berkembang pesat dari tahun ke tahun. Sebanyak hampir 80 persen dari lahan pertanian global saat ini, digunakan untuk penggembalaan dan produksi pakan ternak, meskipun daging hanya menghasilkan 18 persen dari kebutuhan kalori manusia.

tulisan hasil studi Rise Foundation, bahwa, masyarakat Eropa menyantap daging dua kali lebih banyak daripada yang direkomendasikan oleh otoritas makanan global, atau dengan kata lain, jauh melampaui “ruang operasi yang aman” dalam batas lingkungan.

Akibatnya, diperlukan penyesuaian yang besar pada tahun 2050 untuk menyeimbangkan kembali sektor ini, termasuk penurunan 74 persen emisi gas rumah kaca dan pengurangan 60 persen dalam penggunaan pupuk berbasis nitrat.

Jauh sebelum itu, para pembuat kebijakan, petani dan masyarakat secara keseluruhan menghadapi “pilihan yang sangat tidak nyaman”, menurut Prof Buckwell.

“Kami berbicara tentang lebih sedikit makanan daging, dan beralih ke diet fleksibel tanpa bersikap dogmatis tentang itu,” katanya. “Ada peran untuk pesan kesehatan masyarakat yang lebih lembut, tetapi pesan yang lebih keras juga diperlukan.”

Transformasi seperti itu “tidak akan terjadi secara spontan”, tambahnya. “Ini membutuhkan sinyal kuat dari pemerintah, sehingga proposal kebijakan harus memasukkan langkah-langkah mengurangi konsumsi produk-produk peternakan, yang berbahaya bagi kesehatan masyarakat dan lingkungan.”

Prof Buckwell menyerukan pajak yang ditargetkan pada praktik-praktik berbahaya, daging bersubsidi untuk konsumen berpenghasilan rendah, dan penyelarasan rezim pendanaan untuk memberi saran, melatih kembali dan mempekerjakan lebih banyak petani dalam pengelolaan lanskap pedesaan dan kesejahteraan hewan.

Konsumen pada akhirnya akan membayar lebih untuk daging berkualitas tinggi yang diproduksi dalam kondisi yang aman bagi lingkungan, di mana perlindungan pedesaan dan kesejahteraan hewan telah dijamin.

Sumber: liputan6.com

(Visited 19 times, 1 visits today)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *