fbpx
Suara Peternakan

Alat Penetas Telur Otomatis Karya Pelajar Yogyakarta

SUARAPETERNAKAN.COM – Christianus Piguno Wardoyo adalah pelajar tingkat akhir dari SMA I Bantul Yogyakarta yang menciptakan alat penetas telur otomatis.

Terinspirasi dari pengalamannya sebagai anggota keluarga peternak ayam yang sering gagal menetaskan telur ayam. Piguno ikut serta di Indonesia Science Expo (ISE) 2018. Gelaran ISE tersebut banyak peneliti muda Indonesia yang menciptakan karya yang bermanfaat bagi masyarakat.

Alat penetas telur otomatis ini, bukan hanya mempercepat penetasan telur, tetapi meningkatkan kesuksesan dari penetasan telur.

Dikutip dari kompas.com, Piguno mengatakan, di rumah saya beternak ayam, tapi pengalaman saya dari induk ayam yang bertelur, misalkan 13 telur, yang menetas tidak semua. “Itu induk yang harusnya dia mengerami telur malah dia pergi. Itu memang sering banget terjadi, induknya ngeluyur, ibaratnya lari dari tugas,” jelas Piguno.

Pada dasarnya mesin penetas telur bukanlah alat yang pertama di dunia. Sebelumnya, sudah ada alat penetas telur yang mirip mesin tetas yang diciptakan Piguno. Namun masih ada kekurangan dari mesin penetas telur generasi sebelumnya.

Mesin temuan Piguno dilengkapi dengan dua sensor yang berfungsi untuk mendeteksi suhu dan kelembapan dari telur. Juga dilengkapi dengan dengan lampu dan cooling fan untuk mengendalikan suhu ruangan inkubator.

Ketika suhu di dalam ruang inkubator telur menurun, maka lampu penghangat akan menyala secara otomatis. Begitu pula ketika suhu di dalam ruang berubah menjadi tinggi, maka pendingin akan menurunkan suhu tersebut. Intinya, mesin ini akan menstabilkan suhu menjadi 38 celcius dengan kelembapan 50-70 persen.

“Bedanya dengan punya saya itu, mesin sebelumnya masih manual, pembalikan telurnya setiap 6 jam sekali. Jadi ini menyulitkan peternak. Bayangkan kalau itu dilakukan setiap hari selama 21 hari sama peternak, kan begitu melelahkan,” ungkap Piguno saat ditemui pada ISE 2018 pada Kamis (01/11/2018).

Hasil dari penetasan ini setiap percobaan, baik pada telur ayam maupun telur bebek, keberhasilan menetaskan telurnya meningkat hingga 93 persen.

Mesin yang ditemukan sejak 2017 silam ini telah mampu menghasilkan unggas-unggas yang masih sehat hingga sekarang. Namun, bukan berarti mesin ini tidak perlu disempurnakan.

Kekurangannya belum ada sistem backup daya. Jadi, kalau listrik mati, alatnya ikut mati, dan waktu yang dibutuhkan untuk menetaskan telur jadi bertambah. Ke depan, kita akan membuat sistem backup daya yang otomatis.

Berencana ketika mesin ini disempurnakan akan melakukan pengabdian masyarakat dengan memprioritaskan pembuatan mesin ini bagi kalangan peternak kecil guna meningkatkan kesejahteraan mereka.

Sumber: Kompas.com

(Visited 25 times, 1 visits today)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *