fbpx
Suara Peternakan

Modifikasi Bangsa Burung (Unggas) Untuk Terbang

SUARAPETERNAKAN.COM – Secara struktualis aves bersama-sama dengan mamalia merupakan vertebrata yang mengalami spesialisasi. Modifikasinya adalah dengan adaptasi untuk terbang. Anggota tubuh muka berubah menjadi sayap dimana terdapat bulu-bulu yang besar yang sanggup memberikan permukaan elastis untuk menahan udara.

suatu membran sayap terbentang antara lengan atas dan lengan bawah mempertinggi daerah permukaan ini. untuk memberikan efisiensi yang lebih baik kepada anggota tubuh ini sebagai alat untuk terbang maka tulang-tulang dan otot-otot mengalami perubahan.

Manus (tangan) direduksi dengan menghilangnya jari dan konsolidari metacarpus. Kedua tulang clavicula bersatu. da tulang coracoid adalah besar untuk memberikan stabilitas kepada gelang bahu agar dapat memberikan basis tambahan untuk sayap.

Reduksi dari manus, bersama-sama dengan penyederhanaan secara comperative dalam gerakan-gerakan dari bagian terbesar anggota tubuh menghilangkan akan keperluan otot-otot yang besar dan kuat didalam lengan bawah.

Sebaliknya otot-otot dari daerah pectoral perlu kuat sekali dan suatu permukaan yang luas untuk pertautannya serta dalam. Sebaliknya untuk memberikan dasar yang lebih kukuh kepada sayap ini, maka terdapat konsolidasi yang kuat dari columna vertebralis.

Sehubung dengan kemampuan untuk terbang, maka diperlukan syarat-syarat tertentu dengan alat respirasi. Saluran udara didalam paru-paru dihubungkan dengan kantong-kantong hawa yang berdinding tipis di dalam thorax dan abdomen., yang berhubungan dengan ruangan-ruangan yang mengandung udara didalam sebagian besar tulang-tulang kerangka.

Paru-parunya sendiri melekat kukuh kepada dinding thorax dan jika dibandingkan dengan paru-paru mamalia, maka paru-paru unggas kuran elastis. Diapragma, otot yang sangat penting untuk pernafasan pada mamalia adalah rudimenter. Kelainan ini memerlukan terdapatnya kantong-kantong hawa ini bukan saja berfungsi untuk meringankan tubuh, tetapi juga berfunsi sebagai alat pembantu respirasi.

Paru-paru dan kantong-kantong hawa mempunyai pengaruh yang nyata terhadap posisi titik berat tubuh, sehingga secara material memberikan kepada burung kemampuan untuk memelihara keseimbangan di udara. Paru-paru dan kantong-kantong hawa yang ringan ini ditempatkan dibagian dorsal dari badan, sedangkan alat-alat digesti yang berat-berat (terutama lambung otot dan hati) dan otot-otot dada terdapat diventral.

Anggota tubuh muka tidak berguna untuk berjalan, maka jika burung itu berada diatas tanah, maka ia dipaksa mengambil posisi tegak. Oleh karenanya persendian antara panggul dan paha ditempatkan demikian rupa sehingga burung bisa berjalan tegak.

(Visited 267 times, 1 visits today)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *