fbpx
Suara Peternakan

Kemendag: Harga Eceran Tertinggi untuk Telur dan Daging Ayam

SUARAPETERNAKAN.COM – Kementrian Perdagangan memberlakukan Harga Eceran Tertinggi (HET) sementara untuk harga telur dan daging ayam sampai Maret 2019. Keputusan Kemendag memberlakukan HET untuk mengurangi kerugian biaya produksi akibat tingginya harga jagung.

Jagung merupakan harga jagung yang merupakan bahan utama pakan ternak. Namun, peternak mengaku kebijakan tersebut tak berlaku.

Kemendag mengatur HET telur dan daging ayam dengan batas bawah Rp 20.000 per kg dan batas atas Rp 22.000 per kg.

Sebelumnya, peraturan Menteri Perdagangan No. 27/M-DAG/PER/5/2017 tentang Harga Acuan Pembelian di Petani dan Harga Acuan Penjualan di Konsumen, pemerintah juga menetapkan harga acuan tertinggi telur di tingkat produsen Rp 18.000 per kg.

Dilansir dari detikFinance, Sekretaris Jenderal Perhimpunan Perunggasan Insan Rakyat Indonesia (Pinsar) Leopold Halim mengatakan saat ini harga telur dan daging ayam di tingkat peternak sedang turun. Hal itu dikarenakan permintaan yang sedikit.

“Kalau harga pasar itu dipengaruhi supply demand. Telur dan daging ayam lagi jatuh di angka Rp 19.500-Rp 19.700 per kg tadinya kan Rp 21.000 per kg,” jelas dia kepada detikFinance, Kamis (14/2/2019).

Harga tersebut tetap turun walaupun terdapat surat edaran Kemendag yang menaikkan HET telur dan daging ayam.

Pasalnya, harga telur dan daging ayam sepenuhnya ditentukan oleh mekanisme pasar. Alhasil aturan tersebut saat ini tak berlaku.

“Nggak berlaku, emang lagi sepi. Kita kan cuma ikutin pasar, mereka tentuin kalau mereka tentuin, kita nggak bisa apa-apa kan telur dan daging ayam nggak disimpan jadi harus habis,” terang dia.

Sumber: detikFinance

(Visited 43 times, 1 visits today)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *