fbpx
Suara Peternakan

Ayam Bekisar Diminati Suara Kokok dan Keindahan Bulunya

SUARAPETERNAKAN.COM – Ayam bekisar merupakan perkawinan antara ayam hutan hijau jantan (Gallus varius) dan ayam kampung/ayam buras betina (Gallus gallus domesticus).

Ayam Bekisar Nggacor Malang, Foto: Youtube

Klasifikasi ilmiah
Kingdom: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Aves
Ordo: Galliformes
Famili: Phasianidae
Genus: Gallus
Spesies: G. varius × G. gallus

Ada tiga tipe ayam bekisar, yaitu Gallus aenus, Gallus temminckii, Gallus violaceus.

Gallus aenus yang berjengger bergerigi 8 kecil, pial berukuran sedang, warna bulu pada lapisan atas ungu dengan plisir kuning emas.

Gallus temminckii memiliki jengger bergerigi enam, pial berwarna jambu, bulu merah mengkilap dan berplisir merah kecoklatan.

Gallus violaceus dengan jengger bergerigi bagus, ukuran pial sedang, warna bulunya ungu dengan permukaan yang halus.

Ayam Bekisar Kangean, Foto: Lontarmadura.com

Ciri-ciri ayam bekisar yaitu:

  • Memiliki ukuran lebih kecil dibandingkan ukuran ayam kampung jantan.
  • Lebih besar daripada induk jantannya.
  • Warna bulunya hitam kehijauan dan mengkilap.
  • Memiliki suara yang halus dan khas: tersusun dari dua nada.

Karena ia hasil persilangan antara dua jenis yang berbeda, ayam bekisar biasanya mandul. Namun, tidak semuanya demikian. Ada pula ayam bekisar (jantan atau betina) yang bila dikawinkan dengan ayam kampung menghasilkan keturunan.

Ciri-ciri khusus dari ayam bekisar yang paling menonjol adalah:

  • Bentuk bulu leher yang ujungnya bulat/lonjong bukan lancip.
  • Jika dibandingkan dengan ayam jago biasa maka akan terlihat jelas.
Foto: pecintahewan.id

Bentuk ayam yang mirip sekali dengan bekisar adalah hasil silangan ayam bekisar dengan ayam kampung yang dinamakan bekikuk. Bentuk dan posturnya sama, hanya kadang-kadang pial dan bulu lehernya yang berbeda.

Ayam bekisar kokonya terdengar sampai jauh. Salah satu hewan yang paling digemari karena dagingnya merupakan sumber protein, vitamin dan mineral yang cukup baik. Tidak hanya sebagai hewan konsumsi, ayam juga diminati sebagai hewan peliharaan.

Ayam bekisar merupakan hewan khas Pulau Kangean, Kabupaten Sumenep, hewan ini merupakan fauna maskot provinsi Jawa Timur.

Ayam ini diminati penggemarnya karena suara kokoknya yang memikat dan keindahan bulunya. Umumnya yang dipelihara sebagai ayam hias adalah bekisar jantan. Hal ini dikarenakan bekisar betina dinilai tidak pandai tarik suara dan warna bulunya tidak menarik.

Ayam bekisar memiliki suara kokok melengking dan sangat keras, bahkan suara kokoknya dapat terdengar sejauh 1 mil. Ayam bekisar biasanya memiliki suara kokok berirama, lurus, dan panjang. Kokoknya terdiri atas dua bagian, yaitu kokok depan dan 8 belakang.

Suara depan memiliki nada rendah, besar, tebal, panjang, dan bersih, sedangkan kokok belakang memiliki nada tinggi, tebal, panjang, lurus, dan bersih. Kelemahan ayam bekisar adalah mudah mengalami stres dan mati, sehingga menyebabkan populasinya terus berkurang (Sarwono, 1995).

Sehubungan dengan itu, untuk menarik minat para turis dan menggalakkan pariwisata di daerah Jawa Timur, telah diambil kebijaksanaan yang mengharuskan adanya minimal sebuah sangkar berisi ayam bekisar di depan setiap kantor instansi pemerintah (Sudiro, 1993).

Foto: lppm.ipb.ac.id

Menurut kajian ilmiah Eko Handiwirawan dari Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan, ayam bekisar yang ada saat ini beranekaragam namun ada beberapa jenis yang telah terkenal keandalannya.

Diantaranya, yaitu Bekisar Kangean Madura (dibentuk dari induk betina berbulu hanya satu macam, misalnya hitam, putih, kuning, merah dan abu-abu), Bekisar Multiwarna Solo (kaya akan warna dan suaranya sangat nyaring dengan ujung suara meninggi, ukuran tubuh sedang).

Selain itu, Bekisar Putih Yogya (berwarna putih mulai dari paruh hingga telapak kaki kecuali jengger, pial dan cuping berwarna kemerah-merahan), Bekisar Hitam Parakan (hasil persilangan dengan betina ayam Kedu hitam, bentuk tubuh tinggi, besar, tegap dan berbulu hitam) dan Bekisar Merah Solok (hasil persilangan ayam hutan merah jantan dengan ayam betina Yungkilok) (Sudiro, 1993).

(Berbagai Sumber)

(Visited 141 times, 1 visits today)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *