fbpx
Suara Peternakan

Deskripsi Singkat Tentang Kelinci

SUARAPETERNAKAN.COM – Kelinci adalah hewan mamalia dari famili Leporidae. Berkembangbiak dengan cara beranak (vivipar). Awal mula hewan ini hidup di Afrika hingga ke daratan Eropa. Tahun 1912 kelinci diklasifikasikan dalam ordo Lagomorpha.

Kelinci Hutan,- Dok. Kelinci.net

Ordo Lagomorpha dibedakan menjadi dua famili, yaitu Ochtonidae (pandai bersiul) dan Leporidae (jenis kelinci dan terwelu). Kelinci berasal dari bahasa Belanda yaitu konijntje “anak kelinci”.

Masyarakat Indonesia mengenal kelinci pada masa penjajahan kolonial Belanda. Meskipun di Pulau Sumatera terdapat spesies asli kelinci sumatera (Nesolagus netscheri), yang baru ditemukan tahun 1972.

Kelinci menjadi hewan peliharaan dan hewan pedaging. Adapun jenis kelinci terbesar di dunia yaitu Continental Giant biasanya dijadikan hewan pedaging, memiliki tinggi/panjang 4 feet + 4 inci (132 sentimeter) dan 3,5 stones (22,2 kilogram).

Foto: pixabay.com

Ada dua jenis kelinci yaitu kelinci liar (terwelu / Lepus curpaeums) dan kelinci peliharaan (Oryctolagus cuniculus).

Dari jenis bulunya terdiri dari berbulu pendek dan panjang dengan warna agak kekuningan. Pada saat musim dingin warna kuninga tersebut berubah menjadi kelabu.

Kelinci terbagi atas Ras diantaranya Angora, Lyon, American Chinchilla, Dutch, English Spot, Himalayan, dsb.

Jenis kelinci lokal (Indonesia) terdiri dari kelinci jawa (Lepus negricollis) dan kelinci Sumatera (Nesolagus netseherischlgel). Kelinci jawa saat ini masih ada di sekitar hutan wilayah Jawa Barat, memiliki warna bulu cokelat perunggu dan kehitaman, ekornya berwarna jingga dan ujungnya hitam. Berat kelinci jawa dewasa mencapai 4 kg.

Sarang Kelinci Liar,- Dok. http://rabbithuntingclub.blogspot.com

Kelinci Sumatera,  habitatnya di hutan dipegunungan Pulau Sumatera. Panjang badannya mencapai 40 cm. Bulunya berwarna kelabu cokelat kekuningan. Kelinci sumatera memiliki jenis bulu pendek dan panjang serta warna agak kekuningan. Ketika musim dingin, warna kekuningan berubah menjadi kelabu.

Menurut sejarahnya, kelinci pertama kali dibawa ke tanah jawa oleh orang Belanda tahun 1935. Menjadi ternak hias pada waktu itu. Itulah sebabnya kelinci dibagi menjadi dua kategori yaitu ternak hisa dan peternakan daging.

kelinci hias,- Dok. Jitunews

Masa hidupnya 5-10 tahun, masa produksi 1-3 tahun, masa bunting 28-35 hari (rata-rata 29-31 hari), masa penyapihan 6-8 minggu, umur dewasa 4-10 bulan, umur dikawinkan 6-12 bulan, masa perkawinan setelah beranak (calving interval): 1 minggu setelah anak disapih, siklis kelamin: poliestrus dalam setahun bisa 5 kali bunting.

kelinci hias, Dok. siapbisnis.com

Periode siklus birahi pada kelinci yaitu sekitar 2 minggu, periode estrus 11-15 hati, ovulasi: terjadi pada hari kawin (9-13 jam kemudian), fertilitas: 1-2 jam sesudah kawin, jumlah kelahiran 4-10 ml/kg berat badan, bobot dewasa sangat berfariasi, tergantung pada ras, jenis kelamin, dan faktor pemeliharaan.

Di Indonesia kelinci banyak diternakkan secara komersial di Lembang menjadi primadona para peternak untuk dijadikan sebagai ternak hias. Lembang merupakan konsumen daging kelinci terbesar dengan mengedepankan sate kelinci sebagai komoditas utama. Sate tersebut banyak dijumpai di daerah Sumedang dan Kabupaten Bogor.

Sumber: wikipedia

(Visited 620 times, 1 visits today)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *