fbpx
Suara Peternakan

Awal Februari 2019, Ratusan Ekor Sapi Tewas Akibat banjir di Australia

SUARAPETERNAKAN.COM – Perdana Menteri Australia Scott Morrison menyebutkan ratusan ribu ekor sapi tewas akibat banjir di Queensland, Australia pada awal Februari 2019. Para peternak meminta pemerintah melakukan penyaluran pakan ke titik-titik para sapi yang terisolasi.

Berbal-bal jerami dan bahan bakar telah diangkut ke kota-kota dekat zona bencana dan didistribusikan kepada petani agar mereka dapat memenuhi pasokan bagi ternak.

Banjir tersebut disebabkan hujan lebat mengguyur di wilayah Utara sampai Timur Australia. Hujan tersebut turun tak lama setelah Australia dilanda gelombang panas. Bagian utara Australia yang tropis biasanya mengalami hujan lebat selama musim penghujan.

Negara bagian Queensland adalah tempat dikembangbiakkannya sekitar 25 juta sapi di Australia. Peternak disana mengatakan banjir sekali dalam seabad ini bisa menghancurkan industri mereka.

“Kami memperkirakan ratusan ribu ternak hilang,” tegas Perdana Menteri Scott Morrison kepada wartawan, di Sydney.

Peristiwa yang memilukan bagi penduduk yang dilanda kekeringan selama setahun, kemudian menyaksikan peternakan mereka berubah menjadi genangan air yang mengancam mata pencaharian mereka.

Pemimpin Queensland, Annastacia Palaszczuk juga menyaksikan “lautan sapi mati” saat dia melakukan kunjungan sehari sebelumnya.

“Melihat sapi-sapi bertebaran di ladang, tidak bergerak, itu membuat anda merasa mual,” katanya kepada stasiun televisi nasional ABC.

 Seorang petani, Rachael Anderson yang mengelola peternakan sapi Eddington, dekat Kota Julia Creek memiliki 800 dari 1.500 ekor sapi masih belum ditemukan. Dekat peternakannya terdapat jalur kereta api dan sepanjang jalur tersebut terdapat sapi mati.

Dilansir dari ABC pada 9 Februari 2019, “Jika mereka dapat selamat dari banjir, maka mereka akan berada di wilayah dataran tinggi dengan berbagai situasi yang dapat mengancam mereka. Seperti hujan berkecepatan 60 kilometer per jam. Mereka tidak dapat bertahan hidup dalam jangka waktu lama,” katanya Anderson.

Peristiwa ratusan ribu ternak hilang ini, kata petani Australiaainnya, William McMillan seperti ditulis ABC, akan merugikan banyak orang. Sebab selain kehilangan ternak, mereka juga kehilangan sharta bendanya sehingga mereka tidak memiliki pendapatan.

Sumber: ABC

(Visited 57 times, 1 visits today)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *