fbpx
Suara Peternakan

Angsa Sebagai Hewan Penjaga, Dimanfaatkan untuk Membersihkan Gulma dan Tanaman Pengganggu

SUARAPETERNAKAN.COM – Jenis hewan yang mula pertama diternakkan adalah Angsa. Hadiah kesukaan orang tua bagi anak-anak yang akan menikah adalah sepasang angsa hidup. Gambaran tentang angsa tertera pada dinding peninggalan kuno Raja Tut dikawasan Asia Kecil.

Foto: http://jerujulayang.blogspot.com

Sepangsang angsa menjadi kado penikahan diyakini sebagai lambang perkawinan yang langgeng dan penuh kesetiaan. Hal ini merupakan kebiasaan yang berlaku di negeri Cina pada 4000 tahun sebelum masehi.

Angsa merupakan hewan liar yang bersifat monogami yang kawin hanya dengan satu ekor pasangan tetapnya saja. Menurut sejarahnya, angsa menjadi terkenal sebagai hewan untuk perayaan perkawinan. Yaitu sebagai lambang kesetiaan dan lambang keberuntungan.

Pada jaman dahulu angsa dijuluki sebagai ‘silly bird, too much for one and too little for two.’ Angsa pada jaman sekarang menjadi ‘too much for twi’ dan cukup untuk dinikmati oleh seluruh anggota keluarga.

Saat ini pemasaran daging angsa telah berkembang, dikemas rapi dan siap untuk dimasak. Di Amerika Serikat telah lama memanfaatkan produk-produk dari ansa. Pemukiman pertama di kawasan New England ketika berjuang keras untuk bertahan dengan dinginnya salju. Mereka memanfaatkan bulu angsa untuk menghangatkan badannya sebagai alas tempat tidur.

Lemak dimanfaatkan untuk menggosok sehingga sepatu akan mengkilap. Bulu angsa juga dimanfaatkan untuk menandatangani Deklarasi Kemerdekaan Amerika Serikat pada tangga 4 Juli 1776.

Dilansir dari kampusternakblogspot.com, bahwa ada 3 (tiga) spesies ternak yang akan mampu bertahan taitu ruminansia, kelinci dan angsa, hal ini dikarenakan ketiganya pemakan hijauan.

Angsa dijuluki sebagai ‘roughage burner’. Pemukiman di Amerika Serikat, bahwa hampir disemua ladang petani ada sekawanan angsa, bulu yang dihasilkan digunakan untuk bantal. Angsa juga mengasilkan telur serta daging yang lezat untuk saat perayaan istimewa ditempat tersebut.

Zaman revolusi Amerika, presiden Benyamin Franklin mendesak agar angsa digunakan sebagai lambang negara Amerika Serikat. Suatu catatan tentang pesta Thanksgiving Day menunjukkan bahwa telah dimanfaatkan daging rusa, dua ekor kalkun dan sebanyak 70 ekor angsa.

Kelebihan angsa yaitu dapat merawat dirinya sendiri pada kawasan yang sangat sulit sekalipun. Tidak mutlak untuk menyediakan air dan kolam khusus bagi angsa. Dengan memanfaatkan rerumputan dan gulma yang tumbuh dimana saja.

Seekor pejantan hanya akan mengawini seekor betina saja. Namun, dalam proses domestikasi, seekor pejantan mampu mengawini 4 sampai 5 ekor betina.

Minnesota merupakan negara yang bagus peternakan angsanya. Peternakan dalam skala besar. Mempunyai beberapa ribu ekor angsa dan bertumpu pada jenis rumput yang bernama Reed’s Cannary Granss, satu jenis rumput yang tdiak banyak disukai ternak.

Disana, anak angsa umbar ke padang rumput pada umur 4 minggu dan dibiarkan berada dipadang tersebut selama 14 minggu. Setelah itu baru dipasarkan tanpa pemberian pakan tambahan apapun. Angsa juga digunakan untuk membersihkan semak sebanyak 5500 angsa. Digunakan untuk membersihkan tanaman gulma bernama ‘cattail slough’ di daerah Minnesota.

weeder geese’ yaitu membersihkan rerumputan yang mengganggu tanaman pokok. Menyukai tanaman tertentu tanpa harus mengnganggu tanaman pokok seperti strawberry, asparagus atau kapas.

Dengan penggunaan herbisida ‘weeder geese’ tidak lagi banyak digunakan untuk membersihkan rerumputan pengganggu.

Kebiasaan angsa yang suka berteriak ketika ada hewan atau orang asing yang mendekati wilayahnya. Sehingga banyak dimanfaatkan sebagai hewan penjaga. Dengan sikap awal tenang dan akhirnya menunjukka sikap aslinya ketika ada pencuri yang mengintai. Hal ini dilakukan pada perusahaan besar di Skotlandia.

Produksi angsa komersil mampu menyediakan daging angsa untuk berbagai kebutuhan diseluruh dunia. Di Amerika Serikat angsa digunakan sebagai pengganti kalkun dalam acara-acara pesta Thanksgiving dan Natal.

Berbeda dengan di Prancis, selama bertahun-tahun peternak telah menerapkan ‘suffing’ angsa. Memberikan kepada angsa sejumlah pakan secara paksa dengan menggunakan tangan dan semacam corong.

Jumlah pakan yang dihabiskan jauh lebih banyak dari pakan dengan cara yang biasa. Cara ini dapat meningkatkan besarnya hati angsa. Ukuran hati sebesar kepalan tangan dengan pakan paksa dicapai berat hati 0,6 sampai 1,0 kg dengan harga karkas biasa. Hati tersebut dimasak kemudian dihidangkan sebagai sajian lezat dan sangat mahal harganya.

Sebuah perusahaan angsa di Amerika Serikat adalah Pietrus Food, Inc mengirim hasil tetasan angsa yang baru berumur bebrapa hari, dimanfaatkan untuk membersihkan gulma dan tanaman pengganggu disuatu perkebunan. Sekitar 100.000 anak angsa menetas lalu dijual dan dibeli kembali untuk dimanfaatkan dalam membersihkan gulma dan tanaman pengganggu.

 Sumber: https://kampuspeternakan.blogspot.com/2013/08/sejarah-dan-pengenalan-tentang-angsa.html

(Visited 182 times, 1 visits today)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *