fbpx
Suara Peternakan

Selama 4 Tahun, 687,897 Peternak Terbantukan Modalnya Melalui Kredit Usaha Rakyat

SUARAPETERNAKAN.COM – Selama empat tahun terakhir sekira 687.897 peternak terbantu modalnya dengan Kredit Usaha Rakyat (KUR). Menteri Koordinasi Bidang Perekonomian Darmin Nasution saat melakukan teleconference dengan seorang peternak sapi asal Sinjai. Peternak itu bernama Amiruddin. Darmin mengatakan, “Jangan takut KUR habis. Manfaatkanlah dana yang diberikan untuk membeli peralatan yang produktif,” tuturnya.

Foto: pananegeri.com

Sejak tahun 2015 hingga 2018, KUR peternakan sudah dinikmati oleh 687,897 debitur dengan total plafon sebesar 14,4 triliun. Melalui KUR, rakyat bisa membuka pekerjaan sendiri, sehingga generasi muda pedesaan tidak perlu mengandalkan lapangan kerja dari pabrik atau mencari pekerjaan ke kota.

KUR juga menyediakan fasilitas bayar setelah panen atau “yarnen”. KUR dengan plafon maksimal Rp 500 juta dapat membantu peningkatan skala usaha minimal 6 ekor per peternak.

beternak secara berkelompok, dengan berkelompok, maka perencanaan usaha akan lebih terstruktur dan mudah, serta skala usaha lebih efisien. Masing-masing anggota bisa saling mengingatkan dan membantu bila ada permasalahan.

KUR adalah program prioritas pemerintah dalam mendukung UMKM dan koperasi berupa kebijakan pemberian kredit untuk pembiayaan modal kerja atau investasi kepada debitur. Baik debitur perseorangan, badan usaha, atau kelompok usaha produktif dan layak.

Penyaluran KUR khusus peternak rakyat di 6 (enam) daerah. penyaluran KUR khusus peternakan ini juga dilaksanakan serentak di lima lokasi pendukung seperti di Sumba Timur, NTT, Magelang, Lampung, Sulawesi Selatan dan Garut.

Dilansir dari tabloidsinartani.com, Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kemenko Perekonomian Iskandar Simorangkir menyampaikan, total penyaluran KUR Peternakan Rakyat yang disalurkan khusus pada hari ini sebesar Rp 21,29 Miliar kepada 205 debitur, dengan rincian: Malang Rp 1,7 Miliar kepada15 debitur; Magelang  Rp 1,6 Miliar kepada 12 debitur; Garut Rp 12,98 Miliar kepada 150 debitur; Lampung Tengah  Rp1,9 Miliar kepada 12 debitur; Sumba Timur  Rp2,3 Miliar kepada 13 debitur; dan Sinjai  Rp 725 juta kepada 3 debitur.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan I Ketut Diarmita mewakili Menteri Pertanian  Andi Amran Sulaiman menyerahkan secara simbolis bantuan alat pencacah pakan ternak (chopper), penampung susu dan peralatan instalasi biogas.

KUR Peternakan Rakyat merupakan bagian KUR Khusus yang diberikan kepada  kelompok yang dikelola secara bersama dalam bentuk klaster, dengan menggunakan mitra usaha baik penjamin pasar (off taker) maupun penjamin kredit (avalis). Terutama untuk peternakan sapi dan ternak perah.

KUR peternakan dapat dimanfaatkan untuk komoditas peternakan rakyat baik pembibitan dan budidaya sapi, domba dan kambing,  ternak perah, babi,  unggas, serta integrasi pertanian/perkebunan dengan peternakan.

Realisasi KUR  sub sektor peternakan lebih tinggi dibandingkan Realisasi KUR Sektor Perikanan dan Sektor Konstruksi, dimana pada tahun 2018 sebesar 5,06 Triliun Rupiah dengan jumlah debitur sebanyak 222.264. 

Penyaluran KUR peternakan rakyat per tanggal 9 Februari 2019 telah disalurkan kepada 69 peternak di Wonogiri dan Magelang sebesar 8,9 milyar dengan offtaker PT Widodo Makmur Perkasa dan BUMP PT Pengayom Tani Sejagat.

Sumber: tabloidsinartani.com

(Visited 18 times, 1 visits today)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *