fbpx
Suara Peternakan

Fermentasi Jerami Padi untuk Pakan Ternak

Suarapeternakan.com – Hijauan merupakan makanan pokok yang sangat dibutuhkan untuk ternak seperti sapi, kambing, domba, dll. Pakan hijauan berasal dari tanaman rumput atau kacang-kacang tetapi yang menjadi masalah para peternak. Ketersediaan hijauan yang seimbang dengan kebutuhan ternak dan untuk mendapatkan rumput sebagi pakan ternak sangatlah sulit. Kondisi ini bisa disebabkan karena faktor cuaca.

Solusi dalam mengatasi berbagai masalah dalam penyediaan pakan ternak yaitu pemanfaatan limbah pertanian secara maksimal. Limbah pertanian tersebut diolah dengan cara fermentasi, sehingga  mempunyai potensi besar untuk dijadikan sebagai pakan ternak.

Fermentasi adalah  proses produksi energi dalam sel dengan  keadaan anaerobik (tanpa oksigen) juga merupakan salah satu bentuk respirasi anaerobik atau sebagai respirasi dalam lingkungan anaerobik dengan tanpa akseptor elektron eksternal.

Bahan yang sering dijadikan fermentasi seperti jerami. Jerami merupakan bahan pakan yang berasal dari sisa-sisa tanaman jenis padi dan leguminosa. Jerami yang digunakan antara lain jerami padi, jerami jagung, jerami kacang tanah, jerami kacang tanah, jerami kedelai dan jerami kacang panjang.

Kandungan jerami yaitu sedikit protein, pati dan lemak, namun memiliki serat kasar yang tinggi. Dalam meningkatkan kualitas nutrisinya, maka dilakukan fermentasi. Prosesnya dengan melakukan penambahan atau bantuan probiotik. Probiotik (Primabion, Probion, Starbi dsb), dan penambahan tets tebu atau penambahan bahan kimia antara lain urea.

Dengan adanya bahan-bahan tersebut sehingga terjadi proses degradasi/penguraian komponen serat dalam jerami. Komponen serat tersebut mudah dicerna oleh ternak.

Cara Fermentasi Jerami Padi

Pembuatan fermentasi jerami padi dengan sistem terbuka.  Prosesnya dilakukan pada tempat terlindung dari hujan dan sinar matahari langsung. Bahan-bahan yang digunakan adalah 1 ton jerami padi padi segar, Probion (probiotik) 2,5 kg, Urea 2,5 kg, dan air secukupnya.

Cara Pembuatan :

Proses pembuatan dibagi dua tahap, yaitu tahap fermentatif dan pengeringan serta penyimpanan. Pada tahap pertama, jerami padi yang baru dipanen dari sawah dikumpulkan pada tempat yang telah disediakan, dan diharapkan masih mempunyai kandungan air 60%.

Jerami padi segar yang akan dibuat menjadi jerami padi fermentasi ditimbun dengan ketebalan kurang lebih 20 cm kemudian ditaburi dengan Probion dan urea. Tumpukan jerami tersebut dapat dilakukan hingga ketinggian sekitar 3 meter. 

Setelah pencampuran dilakukan secara merata, kemudian didiamkan selama 21 hari agar proses fermentatif dapat berlangsung dengan baik.  Tahap kedua adalah proses pengeringan dan penyimpanan jerami padi fermentasi.

Pengeringan dilakukan dibawah sinar matahari dan dianginkan sehingga cukup kering sebelum disimpan pada tempat yang terlindung. Setelah proses pengeringan ini, maka jerami padi fermentasi dapat diberikan pada ternak sebagai  pakan pengganti rumput segar.

Pemberian pada Ternak
Jerami padi yang difermentasi dijadikan sebagai pakan berserat utama untuk ternak sapi, diberikan sebanyak 6-8 kg/ekor/hari. Sedangkan pakan konsentrat diberikan sebanyak 1 % dari berat badan.

Formula ransum pakan konsentrat dapat disesuaikan dengan bahan yang ada ditempat, salah satu contoh formula ransum pakan konsentrat adalah 50% dedak, 22% jagung halus dan 18% bungkil kelapa, 5% Tepung Ikan, 4% mineral dan 1% garam.

Berbagai Sumber

(Visited 27 times, 1 visits today)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *