fbpx
Suara Peternakan

Ayam Lokal Pedaging Unggul Sensi-1 Agrinak

SUARAPETERNAKAN.COM – Ayam Sensi-1 Agrinak merupakan singkatan dari Sentul terseleksi pertama karya Balai Penelitian Ternak, Badan Litbang Pertanian. Ayam Sensi-1 Agrinak  adalah salah satu galur murni ayam lokal pedaging unggul, yang dapat dimanfaatkan sebagai ayam niaga (Final Stock) dan/atau ayam tetua (Parent Stock).

Foto: http://balitnak.litbang.pertanian.go.id

Terdapat dua varian bulu yaitu Sensi-1 Agrinak Bulu Abu dan Sensi-1 Agrinak Bulu Pucak (Putih bercak hitam).

Memiliki keunggulan di segi pertumbuhan berat badan yang lebih cepat kalau dibandingkan denga ayam kampung lainnya.

Sejauh ini Ayam SenSi yang menjadi hasil penelitian dari Sofjan Iskandar memang bisa mampu mencapai berat 1 kg di jangka 10 minggu. Dan masa konsumsi pakan dari umur 0-10 minggu berkisar 2,7 – 3,2 kilogram/ekor.

Mengingat, SK Mentan Nomor 39/Kpts/PK.020/1/2017 menegaskan kalau ayam sentul terseleksi sudah ditetapkan jadi galur (ayam lokal pedaging) hasil dari persilangan dari Indonesia. Membutuhkan pakan 17% tingkat protein kasar serta energi 2800 kkal ME/kg dalam setiap kebutuhan.

Ayam Sensi-1 Agrinak adalah ayam lokal pedaging unggul, yang dapat dimanfaatkan sebagai ayam niaga atau sebagai ayam tetua.   Ayam Sensi-1 Agrinak dengan bulu abu mempunyai tingkat keseragaman 88%, bobot tubuh anak umur satu hari sebesar 29,7 gr/ekor jantan maupun betina, bentuk jengger kacang pada umur 70 hari, bobot tubuh umur 70 hari jantan mencapai 1000  gr/ekor, bobot betina 800 gr/ekor. Sedangkan bobot umur 20 minggu jantan mencapai 2381 kg/ekor dan betina 1528 kg/ekor.

SenSi 1 Agrinak bulu Abu

  • Varian berwarna bulu abu dengan keseragaman 88%;
  • Bentuk jengger kacang pada umur 70 hari;
  • Bobot tubuh anak umur satu hari (day old chick, doc) 29,7 g/ekor jantan betina
  • Bobot tubuh umur 70 hari, jantan 1000 g/ekor, betina 800 g/ekor;
  • Feed conversion ratio (FCR) sampai umur 70 hari, FCR 2,7 – 3,7;
  • Bobot umur 20 minggu: Jantan: 2381 g/ekor; Betina 1528 g/ekor
  • Produksi telur umur 29-45 minggu, 52%; bobot telur 44,5 g/butir;
  • Relatif tahan terhadap penyakit.

SenSi 1 Agrinak bulu Pucak (putih bercak hitam)

  • Varian berwarna bulu pucak dengan keseragaman 95%;
  • Bentuk jengger kacang pada umur 70 hari;
  • Bobot tubuh anak umur satu hari (day old chick, DOC) 30,5 g/ekor jantan betina
  • Bobot tubuh umur 70 hari, jantan 1000 g/ekor, betina 800 g/ekor;
  • Feed conversion ratio (FCR) sampai umur 70 hari, FCR 2,7 – 3,7;
  • Bobot umur 20 minggu: Jantan: 2424 g/ekor; Betina 1619 g/ekor;
  • Produksi telur umur 29-45 minggu, 52%; bobot telur 44,8 g/butir;
  • Relatif tahan terhadap penyakit.

Galur ayam SenSi 1 Agrinak merupakan hasil seleksi fenotip dan bobot badan umur 70 hari, selama enam generasi dari rumpun ayam Sentul, SDG ayam asli Kabupaten Ciamis Propinsi Jawa Barat.

Rumpun ayam Sentul yang telah ditetapkan dengan Surat Keputusan Menteri Pertanian Republik Indonesia No. 698/Kpts/PD.140/2/2013, tanggal 13 Februari 2013) sebagai ayam nasional lokal asli dari wilayah Kabupaten Ciamis, Jawa Barat.

Lingkungan optimum, tidak maksimum, terutama kualitas pakan di tetapkan pada kualitas 17% protein kasar dengan 2800 kkal ME/kg selama masa pertumbuhan sampai dengan umur 20 minggu. Pemberian pakan dengan kualitas lebih baik diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan dan nilai ekonomis lebih baik.

Sumber:http://balitnak.litbang.pertanian.go.id

(Visited 79 times, 1 visits today)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *