fbpx
Suara Peternakan

Tentang Kerbau, Ciri dan Manfaatnya

SUARAPETERNAKAN.COM – Kerbau adalah binatang memamah biak, hasil domestikasi kerbau liar (orang India menyebutnya arni). Kerbau bisa ditemukan di daerah Pakistan, India, Bangladesh, Nepal, Bhutan, Vietnam, China, Filipina, Taiwan, Indonesia dan Thailand.

Menurunnya populasi kerbau liar di Asia, sehingga dikhawatirkan pada masa yang akan datang tidak ada lagi populasi kerbau liar yang dapat ditemukan.

Berat kerbau dewasa sekitar 300 kg hingga 600 kg. Kerbau liar betina dapat mencapai berat hingga 800 kg dan kerbau liar jantan dapat mencapai berat hingga 1200 kg. Berat rata-rata kerbau jantan adalah 900 kg dan tinggi rata-rata di bagian pundak kerbau adalah 1,7 meter.

Ciri pembeda antara kerbau liar dan kerbau peliharaan adalah kerbau peliharaan memiliki perut yang bulat. Adanya percampuran keturunan antara kerbau-kerbau populasi yang berbeda, berat badan kerbau dapat bervariasi.

Klasifikasi kerbau Bubalus bubalis biasa dikelompokkan menjadi:

  1. Kerbau liar (B. bubalis arnee), moyang bagi kerbau sungai
  2. Kerbau sungai (B. bubalis bubalis) yang berasal dari Asia Selatan.
  3. Kerbau rawa (B. bubalis carabauesis) yang berasal dari Asia Tenggara.

Genom kerbau rawa terdiri dari 24 pasang kromosom, sedangkan kerbau sungai memiliki 25 pasang kromosom. Keturunan persilangan dari dua anak jenis ini dapat ditemukan dan mereka dapat menghasilkan keturunan (fertil).

Susu kerbau banyak dikonsumsi oleh manusia, digunakan sebagai bahan keju yaitu Mossarella.  Daging kerbau juga merupakan hasil ekspor utama di India. Meskipun demikian daging kerbau kurang disukai di Asia karena kekerasannya. Kulit kerbau sering digunakan juga sebagai bahan sepatu, wayang kulit, dan helm sepeda motor.

95% dari populasi kerbau di dunia terdapat di Asia. Banyak negara-negara Asia yang tergantung pada spesies ini, baik untuk daging, susu atau tenaga kerjanya.

Pada tahun 1992, populasi kerbau di Asia diperkirakan mencapai 141 juta ekor. Kadar lemak dari susu kerbau sangatlah tinggi. Ada dua subspesies yang hidup di Asia yaitu kerbau sungai yang dapat ditemukan di Nepal pada ketinggian 2.800 m, dan kerbau rawa yang hidup pada daratan rendah.

Kelebihan dari kerbau adalah dapat bertahan hidup dengan efisien. Kerbau rawa biasa digunakan untuk membajak sawah, karena mereka dapat bergerak di atas lumpur jauh lebih baik daripada sapi.

Dilansir dari wikipedia.com, Populasi kerbau liar diperkirakan mencapai 4000, termasuk jenis campuran dan kerbau liar yang telah didomestikasi.

Kerbau pertama kali diperkenalkan di kawasan utara Australia yang kemudian lolos dari domestikasi. Kerbau hidup terutama di bagian yang berair dan di musim hujan dan dapat menyebar dalam kawasan besar.

Pada tahun 600 Masehi Kerbau diperkenalkan di Afrika Utara dan Timur Tengah Seperti di Asia, kerbau di sini juga hidup di lapangan terbuka yang vegetasinya jarang. Mereka menjadi bahan pangan, serta bahan investasi bagi keluarga.

Kegunaan kerbau yaitu sebagai hewan pekerja yang tangguh, menghasilkan susu dan daging. Tanduk kerbau digunakan sebagai perhiasan rumah dibeberapa suku bangsa. Kotoran kerbau dapat digunakan sebagai pupuk serta bahan bakar jika dikeringkan.

Predator utama kerbau adalah harimau. Harimau dapat memburu kerbau dengan berat hingga 1200 kg.

Kulit kerbau sungai berwarna hitam, kerbau rawa memiliki kulit abu-abu saat lahir kemudian lambat laun menjadi warna kebiruan. Akibat kulit berwarna putih dipengaruhi oleh gen albino.

Kerbau sungai memiliki wajah yang panjang, lingkar yang kecil dan kaki yang lebih besar daripada kerbau rawa. Punggung dorsal memanjang lebih jauh ke belakang dan lancip lebih lambat.

Tanduk kerbau memanjang kebawah dan membengkok ke belakang, panjsngnys 1 m.Tedong Bonga adalah kerbau endemik Toraja memiliki keunikan pada kulitnya yang berwarna belang hitam dan putih seperti sapi.

Tedong Bonga biasanya digunakan sebagai ritual kematian dan sembelihan. Harganya mencapai milyaran rupiah.

Kerbau senang berendam dalam air disiang hari dengan kepala muncul dipermukaan untuk memakan alang-alang. Kerbau air memiliki kaki berkuku yang besar untuk mencegah hewan tersebut tenggelam dalam lumpur.

Masa kawin Kerbau hingga berumur 2-3 tahun. Masa kawin berlangsung pada musim hujan. Betina melahirkan bayi setiap tahun kedua setelah kehamilan yang berlagsung antara 9 dan 11 bulan.

Beberapa kebudayaan menganggap kerbau sebagai hewan suci, seperti di Toraja, Batak dan Derung, China.

Tulang dan tanduk sering dibuat sebagai perhiasan utamanya anting-anting sedangkan tanduk kerbau untuk alat musik seperti ney dan kaval. (Berbagai sumber)

(Visited 243 times, 1 visits today)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *