fbpx
Suara Peternakan

Akibat Cuaca Panas, 500 Sapi Mati di Australia Barat

SUARAPETERNAKAN.COM – Seperti semua negara di belahan bumi selatan, musim di Australia berkebalikan dengan musim di belahan bumi utara. Desember sampai Februari musim panas; Maret sampai Mei musim gugur; Juni sampai Agustus musim salju, dan September sampai November musim semi.

Australia juga merupakan salah satu benua terkering di bumi dengan curah hujan tahunan rata-rata tidak sampai 600 mm.

Lebih dari 500 sapi mati di Australia Barat akibat cuaca panas. Sebanyak 1.000 ekor berisiko mati di lokasi ternak daerah Pilbara. Ini merupakan kejadian kedua setelah lebih dari sebulan juga lebih dari 1.000 sapi mati di Stadiun Noonkanbah, Kimberley selama Natal.

Menteri Peternakan dan Pangan Australia Barat, Alannah MacTiernan menggambarkan kegagalan dalam manajemen. “Jika ingi mengelola peternakan dan memiliki peliharaan hewan, Anda harus bertanggung jawab,” katanya.

MacTiernan mengerti sebanyak 500 sapi telah mati, dengan sekitar 150 sapi disuntik mati setelah ditemukan dalam kondisi buruk. Survei udara telah menemukan sebanyak 1.000 sapi berada dalam risiko kematian karena kondisinya.

“Tidak ada cukup makanan dan air untuk hewan-hewan ini.”

Industri kecewa dengan hal itu, Ketua Asosiasi Peternak Kimberley Pilbara (KPCA), David Stoate, mengatakan KPCA sangat ingin bekerja dengan Pemerintah Negara Bagian dan Dewan Lahan Peternakan (PLB) untuk menemukan solusi.

Stoate memberikan solusi, dengan menemukan program praktik manajemen terbaik yang dapat mendorong para peternak untuk menjaga lahan dan memiliki komponen kesejahteraan hewan. adanya respon regulasi dari Dewan Lahan Peternakan atau Departemen Industri Primer terkait dengan kepemilikan statiun tertentu.

Stoate percaya bahwa insentif yang mendorong para peternak untuk melakukan hal yang benar. “Dewan Lahan Peternakan bisa kehilangan sewa. Itu penalti yang cukup besr,” katanya.

Ketua Asosiasi Peternak Sapi Pilbara Kimberley, David Stoate, mengatakan mereka ingin mencari solusi.Pengelolaan properti ternak di bawah komunitas Aborijin telah diangkat sebagai tantangan pada konferensi peternakan Aborijin baru-baru ini.

“Kita harus mulai melihat dengan serius pada model di mana jumlah operasi peternakan aborijin dijalankan adalah model yang tepat atau bukan,” sebutnya.

“Banyak warga Aborijin mengemukakan masalah ini sendiri kepada kami, dengan mengatakan sangat sulit untuk membuat keputusan bisnis yang harus anda buat dalam mengelola operasi seperti sebuah peternakan sapi di struktur komunitas [Aborigin].”

Konferensi peternakan Aborijin lainnya diharapkan akan diadakan di Australia Barat pada paruh pertama tahun 2019, dengan fokus pada tanggung jawab kesejahteraan hewan dan struktur manajemen properti peternakan Aborijin.

Sumber: ABC Australia

(Visited 64 times, 1 visits today)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *