fbpx
Suara Peternakan

Pertama di Dunia, Ada peternakan Apung Sapi Perah di Belanda

SUARAPETERNAKAN.COM – Meski sudah mendapatkan pakan dari peternakan, ternak-ternak tersebut juga bisa keluar untuk merumput di daerah terdekat. Bangunan peternakan ini akan ditambatkan ke dasar pelabuhan, sehingga tetap stabil saat cuaca badai.


Konsep peternakan apung di Kota Rotterdam dibuka pada musim gugur 2018(NBCNews)

Konsep pemerahan dibangun di atas beton apung di lepas pantai Rotterdam. Melansir NBCNews, ini diklaim sebagai peternakan apung pertama di dunia. Dengan adanya konsep seperti ini, bisa diadopsi di kota-kota lain. Konsep ini bisa pula diadopsi menjadi lahan pertanian apung.

Di kota besar yang berada di pinggir sungai dan delta, model ini merupakan cara terbaik untuk menyediakan bahan makanan dari atas air.

Peternakan Apung ini memproduksi bahan makanan, menyediakan pupuk dari kotoran sapi. Kotoran tersebut dikumpulkan dengan menggunakan robot. Sapi-sapi berada di lantai kedua, berfungsi khusus sebagai kandang sapi. Sapi diperah secara otomatis oleh robot. Sementara lantai atasnya merupakan kebun penuh rumput dan tanaman sebagai bahan pakan sapi di peternakan. Pada lantai paling bawah terdapat pengolahan dan pengepakan produk susu

Meski tidak semua orang nyaman dengan konsep peternakan terapung ini. Weslynne Ashton profesor manajemen lingkungan keberlanjutan dari Institute of Technology in Chicago mengatakan memindahkan peternakan di atas air merupakan tindakan yang ambisius. Dia menambahkan, peternakan ini malah bisa mencemari lingkungan air sekitarnya.

Selain itu, transportasi yang digunakan untuk mengangkut hasil peternakan ke kota bisa dialokasikan untuk hal lain. “Kami mencoba berbagai eksperimen untuk menemukan solusi terbaik memberi bahan makanan bagi populasi masyarakat kota yang terus tumbuh secara berkelanjutan,” ungkap Ashton.

Peternakan ini menampung 40 sapi jenis Meuse-Rhine-Issel. Jenis sapi ini terkenal karena berusia panjang dan kuat dari segi kesehatan dibanding jenis lain. Sapi-sapi ini mulai menempati ruang peternakan pada November-2018. Bulan Desember, peternakan ini mulai memproduksi 200 galon susu dan yogurt/hari.

Sumber: Kompas.com

(Visited 37 times, 1 visits today)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *