fbpx
Suara Peternakan

Banjir Sulsel dan Pengaruhnya Terhadap Perekonomian Peternak Broiler

Citizen Reporter

Hujan deras mengguyur Sulawesi Selatan (Sulsel) sejak Selasa, 21 Januari 2019 mengakibatkan banjir dimana-mana. Hampir 70% kandang ternak khususnya kandang ayam di Maros dan Pangkep terendam banjir. Bahkan ada kandang ayam yang terletak di Maros beredar videonya di media sosial.

Kandang ayam tersebut berukuran 32×8 meter yang hanyut terbawa banjir akibat meluapnya air di Bendungan Leko Pancing, Dusun Bonto Sunggu, Desa Pucuk, Kecamatan Tompobulu Kabupaten Maros, Selasa 22 Januari 2019.

Kandang dengan populasi 2000 ekor ayam broiler juga terdapat dua unit pompa air besar serta pakan. Kerugian yang dihasilkan mencapai ratusan juta rupiah.

Banjir disertai angin kencang menyebabkan banyak kendala yang dihadapi dalam usaha peternakan ayam broiler, diantaranya kondisi pengiriman logistik berupa DOC, pakan dan lainnya.

Rencana pengiriman menjadi terhambat karena jalanan yang dilalui tidak bisa ditembus oleh kendaraan. Kondisi tersebut menyebabkan settingan DOC yang akan dikirim misalnya pangkep dan maros menjadi tertunda. Kemudian diarahkan Chik in ke kandang yang masih bisa dilalui kendaraan truk pengangkutan.

Kondisi pasar juga saat ini menjadi  sangat lesu dan  estimasi panen sudah lewat dari jadwal panen yang seharusnya.

Akibatnya stok menumpuk serta ayam dikandang semakin besar otomatis Konsumsi pakan semakin meningkat karena umur ayam semkin panjang dan tentu menimbulkan kerugian karena FCR (Feed Conversion Ratio) membengkak.

 kondisi  ini diperparah karea bakul(pengepul) tdk bisa mengambil Ayam dikandang-kandang yang panen karena akses terutup banjir.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Selatan mengatakan masih berupaya mengevakuasi warga yang terdampak banjir dan longsor di 10 kota dan kabupaten, yang sejauh ini menyebabkan 57 orang meninggal dunia dan 25 lainnya hilang update 18.00 Wita, 24 Januari 2018.

BMKG terus melakukan peringatan bahwa cuaca ekstrem yang melanda Sulawesi Selatan belum usai. Warga Sulsel diminta untuk terus waspada hingga 26 Januari mendatang.

BMKG merinci wilayah Sulsel yang kemungkinan besar akan terdampak, di antaranya Kota Makassar, Kabupaten Maros, Kabupaten Pangkep, Kabupaten Barru, dan Kabupaten Gowa. Selain hujan lebat dan angin kencang, masyarakat pesisir juga diminta untuk mewaspadai gelombang tinggi yang diperkirakan akan datang.

Hasil amatan BMKG, puncak musim hujan baru akan tiba bulan Februari nanti. Saat ini, sebagian besar wilayah di Indonesia sudah mulai memasuki musim hujan.

Berharap genangan bajir bisa segera surut agar memulihkan kembali jalur transportasi sehingga akses bisa lancar dan perekonomian dalam usaha peternakan bisa stabil dan berjalan seperti biasanya.

Penulis: Ical Tonralipu
Kepala Unit Suma Farm di Sulsel


(Visited 70 times, 1 visits today)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *