fbpx
Suara Peternakan

Dirut Bulog Sebut Impor Jagung Tidak Wajib Jika Produksi dalam Negeri Terpenuhi

SUARAPETERNAKAN.COM – JAKARTA- Panen raya jagung mulai Februari, Maret hingga April mendatang sehingga Direktur Utama Bulog Budi Waseso mengatakan izin impor jagung sebesar 30.000 ton tidak wajib dijalankan. Jika kebutuhan tersebut bisa dipenuhi dari produksi dalam negeri.

Dilansir dari medcom.id Budi Waseso mendapat impor jagung 99.000 ton dari total yang dipesan 100.000 ton, yaitu sesuai izin impor jagung oleh Kementrian Perdagangan pada Desember 2018. Jagung sebesar 99.000 ton sudah didistibusikan langsung sesuai kebutuhan peternak.

Keputusan rakornas awal Januari 2019, Kementrian Perdagangan kembali mengeluarkan izin impor jagung tambahan 30 ribu ton. Kata Budi Waseso, persebaran distribusi jagung impor tidak merata. Maka pemerintah memutuskan kuota impor jagung sesuai kebutuhan yang dilaporkan pada rakornas.

Dikutip dari ANTARA, “Belum pasti harus dilaksanakan. Kalau ternyata bisa dipenuhi dalam negeri, kenapa harus impor.” Kata Budi Waseso saat ditemui usai rapat koordinasi terbatas (rakornas) pemhasan jagung di Jakarta.

Namun demikian, Budi menjelaskan, Bulog belum membuka lelang untuk impor jagung tambahan sebesar 30.000 ton. Dengan kondisi lahan jagung Indonesia yang memasuki panen raya mulai Februari, Maret hingga April mendatang, Budi mempertimbangkan kebutuhan jagung pakan ternak tersebut bisa dipenuhi dari produksi dalam negeri.

“Kita lihat perkembangannya, ini kan harus dilihat soal panen, kita akan hitung ulang. Kalau nanti ternyata bisa dipenuhi dalam negeri, kita tidak perlu (impor),” pungkas Budi.

(Visited 21 times, 1 visits today)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *