fbpx
Suara Peternakan

Mengenal Itik Bali

SUARAPETERNAKAN.COM – Itik bali (Anas sp) dalah itik lokal indonesia yang banyak berkembang di Pulau Bali dan Lombok. Itik ini memilki daya tahan hidup yang sangat tinggi, sehingga dapat dipelihara di berbagai tempat di Indonnesia.

Pada umumnya itik ini hampir sama dengan itik Jawa, hanya badannya lebih berisi dan lehernya lebih pendek, warna bulunya cenderung lebih terang. Seperti halnya itik tegal, itik bali ada tanda warna bulu khusus, juga mempunyai kemampuan produksi telur tertentu.

Bebek Bali adalah jenis bebek yang terancam punah dan ringan yang merupakan persilangan antara Runner dan bebek Crested, memiliki bentuk “bowling pin” Runner, tetapi dengan jumbai kabur di bagian belakang kepala mereka, seukuran bola golf, seperti bebek Crested. Mereka juga bisa disebut Bebek Jambul Bali atau Bebek Jambul Jambul.

Mereka telah dibesarkan di Bali selama setidaknya dua ribu tahun, sebagaimana dibuktikan oleh ukiran batu di kuil-kuil yang menunjukkan gambar bebek dengan kereta yang sangat tegak. Mereka diimpor dari Malaysia ke Inggris pada tahun 1925 dan distandarisasi pada tahun 1930. Meskipun demikian, mereka tetap sangat jarang di luar Bali.

Mereka terutama merupakan jenis hias karena penampilannya yang unik dan menarik, tetapi juga dapat digunakan untuk telur. Itik Bali bulu “sumi” merupakan itik bali yang paling produktif, karena dapat menghasilkan telur sekitar 153 butir/tahun. Itik Bali bulu “sumbian” mampu menghasilkan telur sekitar 145 butir/tahun. Itik bali bulu “sikep” mampu berproduksi telur 100 butir/tahun dengan berat telur mencapai 70 gr/butir dengan kerabang telur berwarna putih, tapi ada juga kebiruan. Itik bali berbulu putih dan kepala berjambul, lebih banyak yang dijadikan sebagai itik hias atau itik untuk sesaji, daripada dijadikan sebagai itik petelur.

Dibandingkan dengan itik-itik petelur lainnya, itik bali merupakan itik penghasil telur berukuran relatif kecil, bahkan ukuran telurnya pun lebih kecil dari itik alabio, yaitu hanya 59 gr/butir. Ukuran tubuh standar itik bali jantan 1,8 – 2 kg, yang betina 1,6-1,8 kg. Karena bentuk tubuhnya yang hampir tegak berdiri seperti burung penguin, maka itik ini dinamakan sebagai itik penguin. Itik Bali umumnya mulai bertelur pada usia 23-24 minggu, tidak mempunyai sifat mengeram telur.

Sebagian besar itik Bali berwarna putih, meskipun warna coklat dan jenis Mallard juga ada. Mereka selalu memiliki posisi berdiri tegak yang solid 60 hingga 70 derajat di atas horisontal (sehingga berbeda dengan Indian Runner, yang memiliki lebih banyak variabilitas dari body carriage dan tidak selalu tegak sempurna). Bali juga memiliki kerangka yang sedikit lebih berat dan pundak yang lebih lebar daripada Indian Runner.

Ciri khas itik bali adalah sebagai berikut :
1. Kepala dan leher kecil, bulat memanjang, dan tegak agak melengkung.
2. Badan ramping dan ekor relatif pendek.
3. Kepala selalu berjambul.

Sumber :
http://peternakbebekunggul.blogspot.com
raising-ducks.com

(Visited 386 times, 1 visits today)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *