fbpx
Suara Peternakan

Kunjungan Tim Fapet Unhas dalam Pengembangan Sapi Potong di Seko Luwu Utara

Citizen Reporter

Makassar, Suarapeternakan.com – Dalam mendukung pengembangan peternakan sapi potong khususnya sapi Bali. Tim Fakultas Peternakan (Fapet) Universitas Hasanuddin (Unhas) melakukan kunjungan di Kecamatan Seko Kabupaten Luwu Utara pada Selasa (11/12/2018). Kecamatan ini merupakan wilayah yang sudah diperioritas Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Daerah Luwu Utara . Kunjungan ini merupakan program unggulan gubernur Sulawesi Selatan yaitu pengembangan kawasan sapi potong  di wilayah tersebut.

Dokumentasi: Prof Syamsuddin Hasan

Turut hadir dalam kunjungan tersebut adalah Prof Syamsuddin Hasan, Dr. Syamsudin Nompo, Dr Hikmah Ali, tokoh masyarakat, aparat pemerintah kecamatan Seko, dan Tim TP2D Provinsi Sulsel

Selain pembukaan akses jalan yang akan dimulai pada awal tahun 2019, Pemprov Sulsel dibawah kepemimpinan Nurdin Abdullah tengah menggagas pengembangan kawasan pengembalaan atau ranch ternak sapi potong.

Seko memiliki wilayah paling luas di Luwu Utara sehingga memiliki potensi besar pengembangan sapi potong. Populasi ternak didominasi oleh sapi dan kerbau. Populasi data terakhir sapi 2.233 ekor dengan wilayah pengembangan di Desa Lodang, Padangbalua. Sedangkan kerbau 5.575 ekor di wilayah Desa Taloto, Marante, Tirobai, Padangraya, Padangbalua dengan potensi wilayah pengembangan sekitar 300 hektare

Dalam memenuhi swasembada nasional dan menjadikan Sulsel sebagai lumbung sapi potong, maka perlu dilakukan strategi. Namun yang menjadi kendala utamanya adalah penyediaan pakan hijauan, akses diwilayah tersebut. Melakukan terobosan dengan memanfaatkan lahan yang kurang produktif perlu revegetasi hijauan dan pembangunan sarana dan prasarana

Gubernur Sulsel juga bekerja sama dengan Dinas Peternakan, Fakultas Peternakan Unhas dan pemerintah daerah Luwu Utara. Prof Syamsuddin Hasan mengatakan survei lapangan ini untuk memenuhi swasembada daging nasional, menjadikan Sulsel  sebagai lumbung sapi potong.

Potensi wilayah pengembangan sekitar 300 hektare untuk pengembangan pakan hijauan dan pengembangan sapi potong

“Dengan luas lahan yang memadai, ada beberapa aspek penting  yaitu komoditi peternakan, pertanian dan infrastruktur untuk peternakan perlu pembuatan breeding center sapi dan kerbau pengembangan hijauan, penyediaan komoditi unggulan pertanian dan perluasan bandara. Program ini perlu kita bangun dengan sistem Integrated Farming System.”Ujarnya

Berharap Sulsel khususnya Seko bisa menjadi daerah lumbung sapi dengan kualitas sapi sama dengan kualitas sapi Jepang sekaligus sebagai daerah pariwisata.

Penulis : SEMA,
Laboran di Laboratorium Ilmu Tanaman Pakan dan Pastura, Fapet Unhas

(Visited 137 times, 1 visits today)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *