fbpx
Suara Peternakan

Nanotech Freshap Alat Penghilang Bau Kandang Ayam

Terbayang ketika melewati kandang ayam, khususnya ayam ras. Dari jarak dekat sudah tercium aroma tidak sedap. Berbagai upaya dilakukan untuk menghilangkan bau tersebut. Dari mahasiswa hingga para peneilti melakukan eksperimen dalam hal ini. Seperti yang dilakukan oleh mahasiswa Universitas Brawijaya (UB), Malang, Jawa Timur kembali menoreh prestasi dengan menciptakan “Nanotech Freshap”.

“Pada saat kami melakukan praktikum di luar kelas (di kandang ayam), bau menyengat cukup mengganggu dan bagaimana caranya untuk menghilangkan bau tersebut. Akhirnya muncul ide untuk membuat alat dengan sistem penyerap amonia dan hidrogen sulfida,” tuturnya kata Ferryanto Dyan Kwy mahasiswa UB sebagaimana dikutip Antara.

Purwarupa nanotech freshap terbuat dari serbuk zeolit dan calcium chloride (garam) yang dikombinasikan dengan kertas filter ukuran 2,4 nano meter. Alat tersebut diletakkan di samping atau di pojok dinding kandang ayam.

Nanotech Freshap adalah sistem penyerapan amonia dan hidrogen sulfida, yang berfungsi untuk menghilangkan kadar amonia dan hidrogen sulfida. Amonia dan hidrogen sulfida merupakan gas yang membuat kandang ayam menjadi bau dan menimbulkan polusi udara. Gas tersebut juga dapat menurunkan bobot ayam serta bisa menimbulkan dampak penyakit zoonosis.

Bau akan hilang sekitar 80% ketika kandungan Amonia dan Hidrogen Sulfida semakin banyak teserap.

Meskipun sudah berhasil diterapkan pada peternakan di Sengkaling, Ferry mengaku alat ini masih perlu diuji terutama untuk mengetahui berapa banyak kandungan amoniak yang terserap.

Ketika alat tersebut dipasang di sekitar kandang ayam, kadar baunya kan hilang.“Adanya alat ini menjadikan ayam bisa fokus untuk makan sehingga dapat berproduksi dengan maksimal. Baik dari segi peningkatan berat badan maupun telur yang dihasilkan,”kata Ferryanto Dyan Kwy mahasiswa UB.

Ferry tak sendiri, dia dibantu oleh Ani Atul Alif (Fapet), dan M. Rizatul Yunus (FT). Berkat bau kandang ayam ini mereka berhasil meraih juara satu tingkat nasional Green Ilmy Competition atau Kompetisi Gagasan Tertulis Bidang Teknologi Tepat Guna yang diselenggarakan di Universitas Negeri Semarang (Unnes) bulan Mei lalu.

Sumber: ANTARA

(Visited 131 times, 1 visits today)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *