fbpx
Suara Peternakan

Kotoran Ternak Bisa Dimanfaatkan Jadi Kertas

SUARAPETERNAKAN.COM- Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) di Lamogan telah membuat kotoran sapi menjadi bahan baku kertas. Memanfaatkan kotoran sapi menjadi kertas karton dijadikan nilai jual untuk meningkatkan perekonomian warga.

Proses pembuatan kertas karton dimuali dengan menyaring dan mencuci kotoran sapi menggunakan desinfektan, kemudian direbus dengan NaOH. Kegunaan NaOH bisa melunakkan serat. Setelah itu ditambahkan tepung tapioka atau tepung kanji yang mudah didapat sebagai bahan perekat. Selanjutnya seluruh bahan baku diblender menjadi satu untuk menghasilkan adonan yang sempurna.

Dilansir detik.com, Karya inovatif ini dapat meningkatkan taraf ekonomi warga karena kotak tisu, pigura, kotak pensil, cover buku, vas bunga tersebut dapat dijual ke daerah lain atau minimal dijual di sekitar desa. Dengan kreasi ini, warga Lamongan mengambil manfaat agar limbah kotoran sapi tidak terbuang percuma.

Seperti halnya ide seorang peneliti dari Universitas Wina, saat melihat sekumpulan kambing yang memakan rumput kering di Pulau Kreta. Prof Alexander Bismarck akhirnya berinovasi membuat kertas berbahan kotoran kambing tersebut. Menurutnya, selulosa sebagai bahan penyusun kertas selama ini diambil dari pohon.

Seperti yang diketahui, kondisi hutan dunia semakin menipis. Bersama rekan-rekannya, Prof Bismarck bergerak untuk membuat kertas dari kotoran ternak atau hewan. Diketahui bahwa kotoran tersebut mengandung selulosa. Hampir 40% zat yang tersusun di dalam feses hewan tertentu merupakan selulosa.

Dilansir dari New Atlas, Prof Bismarck menjelaskan, bahwa hewan memakan biomassa kelas rendah yang mengandung selulosa. Lalu dikunyah dan bercampur enzim dan asam di perut. Setelah itu keluar kotoran.

Feses hewan kuda, sapi, dan gajah, ternyata dalam proses pembuatan kertas bisa yang lebih murah dan mudah dibandingkan pembuatan kertas dari pohon.

Cara pembuatannya adalah pertamanya, kotoran hewan dilarutkan dengan natrium hidroksida. Natrium untuk memisahkan lapisan lignin polimer organik. Protein dan sel mati di dalam kotoran hewan juga ikut terlepas. Setelah jadi bubur, para peneliti membubuhi natrium hipoklorit supaya warnanya berubah putih, sekaligus menanggalkan bekas lignin yang masih menempel. Bubur yang sudah putih inilah yang kemudian dijadikan kertas.

Karena manfaatnya yang begitu banyak. Bukan tidak mungkin kertas dari kotoran hewan akan digunakan secara massal oleh seluruh masyarakat di dunia. Kajian dari penelitian ini dipaparkan dalam “255th National Meeting & Exposition of the American Chemical Society” oleh Prof.  Bismarck.

Kertas dari kotoran atau tinja hewan diklaim sebagai produk ramah lingkungan karena memanfaatkan yang selama ini terbuang. Pembuatan kertas tidak membutuhkan banyak bahan kimia lantaran telah dibantu oleh proses pencernaan hewan.

Lignin yang tidak terpakai dalam pembuatan kertas juga tidak disia-siakan. Zat ini bisa diolah sebagai pupuk dan bahan bakar. Kertas berbahan kotoran ternak  bisa dipakai untuk memperkuat komposit polimer dan menyaring air limbah sebelum menuju tempat pembuangan.

Sumber : National Geographic, detik.com

(Visited 42 times, 1 visits today)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *