fbpx
Suara Peternakan

Beternak Sapi Tanpa Mencari Rumput dengan Teknologi Hi-Fer

SUARAPETERNAKAN.COM- Ketersediaan hijauan pakan merupakan hal yang menjadi pembatas perkembangan ternak di Indonesia. Komponen utama pakan Sapi adalah hijauan, lebih dari 80 persen dari total bahan kering. Kebutuhan air minum ternak ruminansia per ekor adalah 1,14 ton bahan kering/tahun. Dalam mendukung program swasembada daging, perlu adanya program untuk penyediaan pakan hijauan berkelanjutan.

Sejumlah permasalahan terkait dengan pakan ternak. Mutu pakan yang cenderung kurang, sebab pakan kebanyakan merupakan limbah lignoselulolitik  dengan kadar Total Digestible Nutrient (TDN) dan protein yang rendah. Produksi pakan musiman dan akan menurun pada musim kemarau.

Maka diperlukan teknologi tepat guna yang bersifat terpadu menyangkut teknologi pengolahan, pengemasan, transportasi dan distribusi, dan mampu menangani permasalahan pakan dari hulu sampai hilir.

Pusat Studi Hewan Tropika/Center for Tropical Animal Studies (Centras) LPPM-IPB telah dan akan terus mengembangkan berbagai inovasi teknologi tepat guna dan terpadu untuk meningkatkan penyediaan pakan bermutu di Indonesia. Hasil tersebut dimanfaatkan lebih lanjut dalam memproduksi Hi-fer.

Teknologi Hi-fer dapat diproduksi oleh masyarakat petani secara masal, mudah secara manual dengan peralatan dan bahan tersedia di lokasi setempat, dan biaya murah.

Pulau Jawa padat ternak namun produksi hujauannya terbatas. berbeda dengan Pupau Sumatera, lahan yang dimiliki luas untuk produksi hijauan, akan tetapi populasi ternaknya relatif sedikit.Mengatasi permasalahan tersebut teknologi terpadu meliputi pengolahan pakan, pengawetan, pengemasan, transportasi, dan komersialisasi.

Teknologi produksi Hi-fer mampu memanfaatkan hijauan pakan dan mengolahnya menjadi lebih bernilai nutrisi dan mudah didistribusikan ke sentra ternak, dan diharapkan sekaligus mampu mengatasi masalah yang ada di lapangan.

Hi-fer adalah hijauan hasil fermentasi. Menggunakan probiotik dan komplemen pakan produk penelitian Centras LPPM IPB yang berkualitas palatable dan sangat disukai ternak, kadar protein 10 persen, kandungan energi/TDN  55 persen, mudah dan tahan lama disimpan dan daya simpan hingga 2 bulan.

Hi-fer dikemas dalam kantong polibag plastik kedap udara  dengan bobot maksimum per kemasan 35 kg. Mudah diangkut, didistribusikan, serta penggunaannya di tingkat peternak sangat praktis. Merupakan produk hijauan pakan yang sederhana, mudah dilaksanakan, murah dalam pembiayaan atau produksi. Memiliki prospek komersial dalam skala luas.

Keseluruhan paket ini dikemas dalam produk yang dikenal dengan Hi-fer, sehingga memungkinkan peternak dapat mengurangi aktivitas mengarit. Inovasi Hi-fer adalah teknologi tepat guna tentang cara produksi, pemanenan, pengolahan, penyimpanan, dan kiat mudah dalam transportasi dalam bentuk produk kemasan komersial.

Hi-fer merupakan Model Pemberdayaan Masyarakat oleh Perguruan Tinggi Berbasis Inovasi Teknologi. Meliputi model tentang peran masing-masing pelaku: petani/masyarakat sebagai produsen, mitra kerja sebagai pengumpul dan institusi/perguruan tinggi sebagai inovator dan pendamping pengembangan produk.

Keunggulan yang dimiliki teknologi Hi-fer yaitu memberikan dampak nyata bagi perkembangan peternakan khususnya dalam penyediaan pakan. Hasil uji coba yang dilakukan CENTRAS IPB, bahwa pemberian 100 persen Hi-fer mampu sebagai pengganti hijauan rumput segar.

Keunggulan lainnya mudah dalam pemberian di lapangan, semudah pemberian konsntrat ke ternak dan terukur, dengan dosis pemberian yang tepat. Tidak terlampau mengotori kandang, mampu menekan bau feses, dan mengurangi pencemaran lingkungan.

Dilansir dari Antara, Bagi IPB Hi-Fer telah berhasil melalui serangkaian kegiatan yang dikemas dalam bentuk paket teknologi nutrisi dan pakan, dengan penerapan berbasis pada pemberdayaan masyarakat.

Manfaat ini tanggapi dengan baik oleh mitra kerja. Penerapan-penerapan teknologi tepat guna Hi-fer dan digunakan untuk pemberdayaan masyarakat telah direspons oleh masyarakat khususnya CV. Anugrah Farm, Ciampea Bogor.

“Teknologi Hi-fer merupakan solusi yang diberikan IPB terhadap dinamika dan kemajuan bidang peternakan. Dengan teknologi ini, maka ke depan diharapkan para peternak mampu beternak tanpa mengarit,” kata Prof. H. Djuanda, pimpinan CV. Anugrah Farm.

Usaha sapi potong di peternakam Anugrah Farm dilakukan sistem “community development” ternak peternak-peternak sekitar usaha ternaknya, dengan mendifusikan inovasi Hi-fer. Peternak-peternak binaan (yang sebagian besar berusia lanjut) tersebut tak perlu “ngarit”, mencari rumput. Pakan Hi-fer disediakan pihak Anugrah Farm.

Sumber: ANTARA

(Visited 208 times, 1 visits today)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *