fbpx
Suara Peternakan

Nutrisi Karbohidrat pada Ternak Unggas

SUARAPETERNAKAN.COM-Karbohidrat merupakan struktur kimiawi kompleks yang terdiri dari pati, selulosa, pentosa, beberapa gula, dan bentuk-bentuk lainnya. Pada ternak unggas karbohidrat berfungsi sebagai sumber energi dan panas serta disimpan sebagai lemak bila jumlahnya berlebihan.

sumber: internet

Hasil akhir pencernaannya berupa gula-gula sederhana dan metabolismenya adalah air, karbon dioksida, dan energi. Metabolisme karbohidrat dapat bertindak sebagai katalisator, memacu oksidasi dan merupakan bahan untuk sintesis biologik senyawa dalam tubuh.

Ada tiga polisakarida yang sangat penting dalam nutrisi unggas yaitu pati, selulosa, dan glikogen. Digolongkan sebagai homopolisakharida karena zat-zat tersebut adalah polimer glukosa murni.

Pati mengandung amilosa, polimer rantai lurus dan amilopektin dan suatu rantai bercabang. Pati merupakan polisakharida terdapat pada tumbuh-tumbuhan yaitu dalam sel butiran, buah, dab akar umbi dalam bentuk butiran.

Glikogen disebut juga pati hewan. Berperan sebagai penyimpan karbohidrat. Glikogen terdapat dalam jumlah kecil dalam hati dan sel-sel otot yang berfungsi sebagai mekanisme homostatik, mengatur kadar glukosa darah dan sebagai sumber energi bagi otot. Glikogen tidak dicerna, tapi dirombak oleh enzim fosforilase dengan membentuk glukosa-6-fosfat.

Selulosa merupakan polimer glukosa rantai lurus dan unsur pokok dinding sel tumbuh-tumbuhan. Unggas tidak memproduksi enzim yang dapat mencerna selulosa.

Jagung memproduksi lemak yang mengumpul disekeliling jeroan dan di bawah kulit, sedangkan havermot dan gandum memproduksi lemak di sekeliling jeroan.

Karbohidrat dapat digolongkan menjadi monosakharida (gula sederhana), diskharida dan trisakharida. Karbohidrat digunakan sebagai makanan ternak. Karbohidrat bermanfaat dalam transformasi energi dan untuk sintesis jaringan, sedangkan yang larut seperti pati bermanfaat sebagai energi cadangan. Karbohidrat tidak larut  (sselulosa dan hemiselulosa) membentuk kesatuan struktural tumbuh-tumbuhan.

Pati sangat penting karena merupakan cadangan utama pada karbohidrat. Aksi enzimatik amilase, akan berubah menjadi dekstrin, maltosa dan glukosa.

Selulosa sangat sulit dicerna oleh aneka ternak unggas. Selulosa lebih baik digunakan untuk membatasi jumlah at nutrisi yang dimakan, terutama pada pertumbhan dara. Selulosa dinyatakan dengan nama serat. Selulosa cenderung mengurangi pergerakan makanan. Akan tetapi mempertinggi struktur fisis feses dan membentuk bahan lebih padat dengan air.

Glikogen adalah terdapat dalam hati dan otot.

Karbohidrat akhirnya dipecah menjadi glukosa atau monoskharida dalam usus halus dan diangkut kehati untuk diubah menjadi glikogen.

Glikogen akan diubah glukosa bila tubuh unggas memerlukan. Dengan demikian hati mengatur kadar gula darah. Apabila kadar gula darah tersebut cenderung menurun glikogen akan dikerahkan. Mencegah hipoglikemi (kadar glukosa darah terlalu rendah).

Apabila kadar glukosa darah meninggi, glikogen akan dibentuk dalam hati dan mencegah hiperglikemi (kadar glukosa darah terlalu tingg).

Kelebihan karbohidrat akan disimpan dalam hati dan membentuk glikogen berlebihan dan kelebihan tersebut akan diubah dalam bentuk lemak.

Sindroma hati berlemak merupakan kasus penyimpanan kelebihan karbohidrat dalam bentuk lemak hati atau lemak tubuh.

Sumber: Nutrisi Aneka Ternak Unggas (H.R Anggorodi, 1995)

(Visited 135 times, 3 visits today)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *